in

Siswa SLB N Lasem Rembang Sabet Juara 1 Lomba Fashion AKA-PDBK Tingkat Nasional

Foto bertema liburan dikombinasi dengan konsep camping berlatar belakang suasana alam Lembah Manah, di Desa Sanetan, Kecamatan Sluke, Rembang, mengantarkan Nur Salima Adifatulatifa, siswa SLB Negeri Lasem, meraih juara lomba fashion show AKAPDBK tingkat nasional, yang diselenggarakan oleh Puspresnas secara online. (Sumber : rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Nur Salima Adifatulatifa, siswa SLB Negeri Lasem, Kabupaten Rembang berhasil meraih juara 1 lomba fashion show Ajang Kreasi dan Apresiasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (AKA-PDBK) tingkat nasional.

Ajang tersebut diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) secara online (daring) mulai 22-26 April 2024.

Nur Salima berhasil menjadi juara umum, dengan karya foto berlatar belakang suasana alam Lembah Manah, di Desa Sanetan, Kecamatan Sluke, Rembang.

Foto tersebut menampilkan tema holiday, yang dikombinasi dengan konsep camping atau berkemah.

Kepala Sekolah SLB N Lasem, Peni Widati Wulansari, seperti dirilis rembangkab.go.id, pada Senin (29/4/20204) menyampaikan keikutsertaan dalam lomba tingkat nasional itu bertujuan untuk memberikan ruang kepada peserta didik, agar bisa mengembangkan bakat dan talenta sesuai kemampuan yang mereka miliki.

Selain itu menambah rasa percaya diri anak, dengan keterbatasan yang mereka miliki.

Ia berharap ajang tersebut bisa memanggil keberanian dan kekuatan mereka dengan pendampingan, arahan dan bimbingan dari guru-guru SLB N Lasem.

“Yang diharapkan dengan prestasi ini semoga anak-anak berkebutuhan khusus tetap semangat dan orang tua juga semangat menyekolahkan anaknya. Sehingga potensi-potensi yang ada pada anak keterbutuhan khusus bisa berkembang serta semakin percaya diri,” ungkapnya.

Sementara itu, pendamping siswa, Maria Apriliana Puji Lestari, menyampaikan persiapan tim, yakni kepala sekolah dan guru SLB N Lasem untuk mengikuti ajang perlombaan tingkat nasional itu tergolong cukup singkat.

Mulai dari menentukan tema, konsep, mencari lokasi dan persiapan peralatan dieksekusi kurang lebih 3 hari.

Ia mengungkapkan, ada tantangan tersendiri untuk mengatur posisi model ketika pengambilan gambar.

Sebab anak keterbutuhan khusus memiliki kekurangan pada postur yang cenderung membungkuk. Belum lagi suasana hati anak yang tidak stabil.

“Kami saling berkoordinasi mulai dari mencari tempat yang sesuai hingga kemudian mencari properti yang sesuai. Ketika semua itu sudah selesai dan kami siapkan, kami langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pengambilan gambar,” pungkasnya. (HS-08)

Peduli Lingkungan, Ratusan Santri di Temanggung Bersihkan Sungai Si Mangut

Ini Trend Belanja Online Masyarakat Paling Laris Selama Momen Ramadan dan Lebaran 2024 di Tokopedia dan TikTok