HALO BATANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, kembali menghadapi persoalan peningkatan sampah, pada masa libur Lebaran tahun ini.
Kepala DLH Batang, Ahmad Andi Hakim mengatakan peningkatan volume sampah hingga hampir 300 persen.
Maka dari itu pihaknya terus berupaya mengatasi persoalan tahunan tersebut, termasuk dengan mengerahkan tenaga kebersihan di lapangan.
“Kami terus berusaha keras, anggota kami di lapangan masih aktif,” kata dia, baru-baru ini seperti dirilis batangkab.go.id.
Dia juga mengemukakah beragam kendala yang dihadapi, termasuk jumlah kendaraan pengangkut sampah.
“Keterbatasan armada (truk pengangkut sampah-Red)menjadi kendala utama kami. Namun bukan hanya jumlah armada yang menjadi batu sandungan. Alokasi bahan bakar yang hanya 15 liter per hari membatasi kami,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan, untuk mengatasi persoalan sampah di objek-objek wisata, DLH mengajak pengelola dan Dinas Pariwisata untuk ikut berperan.
Meski tanggung jawab utama pengelolaan sampaj di objek wisata ada pada Dinas Pariwisata, DLH Batang tidak tinggal diam.
DLH tetap memberikan arahan dan dukungan, termasuk kepada Desa Depok yang memiliki dua truk untuk mengangkut sampah.
Ahmad Andi Hakim juga menyoroti perilaku beberapa perusahaan dan pelaku usaha yang kurang bertanggung jawab, dengan membuang sampah mereka di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Menurut dia, TPS seharusnya hanya untuk menampung sampah rumah tangga, bukan industri.
“Sampah industri (seharusnya) dibuang langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA),” kata dia.
Ahmad Andi Hakim mengatakan pihaknya terus berkomitmen untuk dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Meskipun dihadapkan pada berbagai kendala, kami tetap berupaya maksimal,” kata dia. (HS-08)