HALO KENDAL – Rumah Sakit Umum Daedah (RSUD) dr H Soewondo Kabupaten Kendal, kembali menggelar Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) yang dilaksanakan di drop in RSUD dr H Soewondo Kendal, Kamis (28/3/2024).
PKRS yang diikuti pasien maupun pengantar tersebut dimulai dengan Senam Meridian yang dipandu bagian Humas RSUD.
PKRS kali ini mengambil tema Persiapan Pemeriksaan Laboratorium, dengan menghadirkan dr Riz’kiyah Prabawanti dan dr Siti Dian Wahyuni dari RSUP dr Kariyadi Semarang.
Dalam pemaparannya, dr Riz’kiyah Prabawanti atau yang akrab disapa dokter Riris menyampaikan terkait pengertian pemeriksaan dan sampel yang digunakan. Untuk pengertian pemeriksaan laboratorium, yaitu suatu prosedur pelaksanaan pemeriksaan yang dapat membantu dokter menentukan diagnosis penyakit.
Dalam melakukan pemeriksaan tersebut, lanjutnya, diperlukan pengambilan sampel dari tubuh pasien. Sampel tersebut bisa berupa darah, urine, atau jaringan tubuh, sesuai dengan kebutuhan dan riwayat kesehatan masing-masing.
“Sehingga, dalam sebuah pemeriksaan laboratorium, bahan atau sampel dari pasien diambil dan dianalisis. bahan atau sampel dapat berupa darah, urine, sputum atau dahak, bahkan feses kotoran manusia atau tinja,” ujar dokter Riris.
Dijelaskan, tes laboratorium atau sering disebut juga cek lab adalah pemeriksaan penunjang yang sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang. Biasanya dokter akan meminta melakukan tes ini sebagai petunjuk tambahan dalam menegakkan diagnosis.
“Nantinya dari sampel tersebut, dokter atau ahli medis lainnya akan menganalisis sampel uji untuk melihat apakah hasil pemeriksaan berada dalam kisaran normal sesuai standar,” jelas dokter Riris.

Jenis-Jenis Pemeriksaan Laboratorium
Sementara itu dr Siti Dian Wahyuni atau yang akrab disapa dokter Sita menyampaikan jenis-jenis pemeriksaan laboratorium bergantung pada informasi kesehatan yang dibutuhkan.
Di antaranya cek darah termasuk kadar hemoglobin, sel darah merah, sel darah putih, dan kadar glukosa dalam darah. Untuk cek urine, yang berguna untuk memeriksa keberadaan zat-zat tertentu dalam urine.
“Misalnya seperti keberadaan bakteri, glukosa, protein, dan zat-zat lain. Biasanya ada atau tidaknya zat-zat tersebut dapat menunjukkan adanya masalah kesehatan, seperti infeksi saluran kemih atau penyakit ginjal,” ujar dokter Sita.
Berikutnya cek kolesterol, yaitu untuk mengukur kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol sendiri dapat memberi tahu bahwa seseorang mungkin berisiko mengalami masalah kesehatan tertentu.
“Misalnya, kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lain. Dengan melakukan cek kolesterol secara berkala, kesehatan jantung dapat dipantau dan jika ada masalah langkah pengobatan yang tepat bisa dilakukan lebih cepat,” beber dokter Sita.
Kemudian untuk cek gula darah, yang biasanya dilakukan oleh para pengidap diabetes. Gunanya untuk mengontrol kadar gula dalam darah.
“Cek gula darah penting rutin dilakukan sebagai upaya mengelola diabetes dan mencegah komplikasi yang mungkin terjadi,” lanjut dokter Sita.
Sedangkan untuk cek asam urat, bermanfaat untuk mengukur kadar asam urat dalam darah.
“Perlu diketahui bahwa kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk seperti asam urat tinggi atau penyakit rematik,” imbuh dokter Sita.

Persiapan Pemeriksaan Laboratorium
Sementara, sebelum dilakukan pemeriksaan laboratorium, pasien harus puasa minimal selama 10 jam sebelum pengambilan darah, kecuali untuk pemeriksaan glukosa puasa minimal 8 jam. Untuk pemeriksaan trigliserida, sebaiknya pasien puasa selama 12 jam.
“Selama puasa, pasien tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali air putih. Kemudian menghindari konsumsi obat, dan jangan melakukan aktivitas berat seperti berolahraga sebelum pengambilan darah,” ujar dokter Sita.
Beberapa tes laboratorium paling umum yang memerlukan puasa meliputi tes glukosa darah, tes kadar kolesterol, uji trigliserida dan es kalsitonin.
Menurut dokter Sita, terkadang sebagian pasien masih mengabaikan anjuran tersebut, baik karena lupa, terlalu sulit dilakukan ataupun karena kesibukan yang tidak memungkinkan pasien mengikuti anjuran tersebut.
“Padahal persiapan pemeriksaan ini dibuat berdasarkan berbagai pertimbangan yang fokus pada keselamatan pasien,” imbuhnya.
Sedangkan untuk prosedur pemeriksaan laboratorium tergantung pada jenis pemeriksaan yang akan dilakukan. Begitu juga dengan sampel yang diambil akan disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan.
“Apabila bapak ibu semua akan melakukan pemeriksaan hitung darah lengkap, tentu saja sampel yang diambil adalah darah. Untuk pemeriksaan diabetes, selain pengambilan darah, urine juga akan diambil,” jelas dokter Sita.
Sebagai penutup, baik dokter Riris maupun dpkter Sita menyampaikan kesimpulan dan manfaat pemeriksaan laborat, yaitu
Untuk mempercepat diagnosis dokternya.
“Ada begitu banyak jenis pemeriksaan laboratorium dan masing-masing bisa jadi memiliki persiapan yang berbeda. Pastikan bapak ibu mendapatkan informasi yang sesuai dengan jenis pemeriksaan yang akan dilakukan,” tutupnya.
Acara kemudian dilanjut dengan sesi tanya-jawab pasien kepada para dokter, dan ditutup dengan kegiatan Senam Meridian yang diikuti pengunjung dan pasien RSUD dr H Soewondo Kendal.(HS)