HALO KENDAL – Akibat pintu klep di Kali Waridin Kaliwungu hilang, warga Desa Kebonadem Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal dan beberapa desa di sekitarnya terdampak banjir. Hal itu disampaikan Bupati Kendal Dico M Ganinduto beberapa waktu lalu saat meninjau lokasi banjir.
“Pintu klep Kali Waridin tersebut ternyata sudah hilang sejak dua bulan yang lalu. Hilangnya pintu klep tersebut menyebabkan air dari Kali Waridin meluber keluar dan menggenangi rumah-rumah penduduk sekitar,” ujarnya.
Bupati mengatakan, tahun lalu tanggul Kali Waridin juga pernah jebol, sekarang sudah diperbaiki dan tanggulnya aman.
“Tapi ternyata ada pintu klepnya yang hilang sekitar dua bulan yang lalu, jadinya tadi malam karena cuaca ektrem jadi banjirnya cukup banyak,” katanya.
Menurut Bupati, karena kewenangan Kali Waridin ada di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, maka Kepala desa setempat langsung melaporkan kejadian hilangnya pintu klep tersebut kepada Pusdataru Jateng, tetapi tidak melaporkan ke Pemkab Kendal.
“Karena memang aset Kali Waridin ini dimiliki pemerintah provinsi, dan laporlah mereka ke Pusdataru dan tidak lapor ke kita. Jadi kita tidak mengetahui terkait kehilangan pintu tersebut. Karena pintu itu hilang sehingga tadi malam hujannya deras menyebabkan banjir,” ungkapnya.
Bupati menambahkan, saat ini pihaknya fokus untuk membantu warga yang terdampak banjir, supaya secepatnya mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
“Saya masih belum mendapatkan laporan 100 persen, saya tadi sudah rapat koordinasi dengan seluruh jajaran. Semua harus melihat siapa masyarakat yang terdampak dan memastikan seluruh masyarakat terdampak itu mendapatkan bantuan,” tandasnya. (HS-06).