in

Proyek IFish Dukung Pengelolaan Berkelanjutan DAS Serayu di Cilacap

 

HALO CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap, bekerja sama dengan Proyek IFish, mengadakan kegiatan “Sinergitas Pengelolaan DAS Serayu”, selama dua hari Rabu (6/3/2024) sampai Kamis (7/3/2024).

Acara yang berlangsung di NS Hotel Cilacap ini, merupakan bagian dari upaya harmonisasi Forum Koordinasi Pengelolaan Perairan Darat dan Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu.

Ketua Forum Komunikasi DAS Serayu, Prof Dr rer nat Imam Widhiono MS, dalam pemaparannya pada hari pertama, mengungkapkan kondisi terkini Daerah Aliran Sungai Serayu dan upaya pengelolaannya.

“Kita harus memahami pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan untuk mendukung kehidupan masyarakat dan menjaga keanekaragaman hayati,” ujar Widhiono.

Adapun hari kedua, Kamis (7/7/2024) diisi dengan presentasi dari BPDAS Serayu Opak Progo, DLHK Provinsi Jawa Tengah, dan Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, dengan peserta dari lima kabupaten serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah.

Perwakilan Proyek IFish untuk Wilayah Kabupaten Cilacap, Enggar Yulia Wardani, menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya perairan.

“Potensi sumber daya perairan di DAS Serayu perlu mendapat perhatian serta kolaborasi pengelolaan dari stakeholder multipihak dan multisektor,” kata Wardani.

Kegiatan ini menjadi wadah diskusi aktif untuk menggali potensi ekosistem, mitigasi ancaman, dan menyusun rekomendasi pengelolaan perairan darat di DAS Serayu. DAS Serayu, yang melintasi lima kabupaten dan bermuara di Samudra Hindia, merupakan ekosistem penting bagi ikan lokal dan spesies bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Dinas perikanan Kabupaten Cilacap, Indarto mengatakan kegiatan yang telah terselenggara selama dua hari ini diharapkan dapat mengidentifikasi permasalahan dan upaya penanganan persoalan di DAS Serayu.

“Permasalahan pemanfaatan DAS Serayu cukup banyak. Apalagi di Cilacap yang merupakan bagian hilir dampak negatifnya cukup besar terlebih apabila pemanfaatan di wilayah hulu tidak ramah lingkungan” jelasnya.

Indarto menambahkan, proyek IFish, yang didanai GEF dan merupakan kerjasama antara KKP dan FAO, mendukung inisiatif ini sebagai bagian dari pengarusutamaan konservasi biodiversitas dan pemanfaatan perikanan perairan darat secara berkelanjutan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam di Kabupaten Cilacap. (HS-08)

29 Perempuan Kepala Keluarga Lulus Akademi Paradigta Indonesia

Sosialisasikan Operasi Keselamatan, Polres Blora Bagikan Helm dan Coklat Bagi Pengendara yang Tertib