HALO PATI – Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro menekankan bahwa penyerapan tenaga kerja merupakan solusi dari upaya untuk menekan angka kemiskinan ekstrem.
Hal itu disampaikan Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Penanganan Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Pati, bersama mitra pembangunan, di Pendopo Kabupaten Pati, baru-baru ini.
Selain Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, hadir pula Sekda Pati Jumani, Forkopimda Kabupaten Pati, Kepala Bapperida Pati Muhtar, Camat se Kabupaten Pati, mitra pembangunan serta Kepala OPD terkait.
Lebih lanjut Henggar Budi Anggoro mengungkapkan harapan agar semua pihak bekerja keras, agar pada tahun ini angka kemiskinan ekstrem mencapai 0 persen.
Hal itu sesuai target nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, melalui Inpres Nomor 4 tahun 2022
Adapun khusus untuk Pati, angka kemiskinan ekstrem masih terdapat lebih kurang 3 ribu keluarga.
Namun pada tahun ini, rencananya juga akan dibuka lowongan kerja oleh PT Hwaseung Indonesia (HWI) di Batangan.
“Mudah-mudahan ini nanti bisa menyerap tenaga kerja kita yang berada pada zona kemiskinan ekstrem,” harapnya.
Ia menambahkan, dengan terserapnya tenaga kerja pada zona miskin ekstrem ini paling tidak akan dapat mengurangi pengangguran, sehingga dapat dipastikan angka kemiskinan ekstrem dapat turun dan hilang.
Sampai saat ini banyak langkah konkrit pemerintah yang telah dilakukan baik melalui APBD maupun dana CSR, Baznas serta APBN untuk penanganan RTLH dalam menangani angka kemiskinan ekstrem ini.
Pada kesempatan ini, Pj Bupati Pati juga menyerahkan piagam penghargaan apresiasi kepada OPD dalam rangka pendampingan penanganan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Esktrem (P3KE) Kabupaten Pati tahun 2023.
Di antaranya adalah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati, Bappeda Kabupaten Pati, Inspektorat Daerah Kabupaten Pati, Disperkim Kabupaten Pati, Disdukcapil Kabupaten Pati serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pati.
Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Muhtar, menjelaskan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Penanganan Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Pati ini, dilaksanakan untuk mengevaluasi penanganan kemiskinan ekstrem.
Program ini sudah berlangsung sejak 2022 dan dalam pelaksanaannya, Pemkab Pati telah berkolaborasi dengan para mitra pembangunan.
“Sehingga harapannya pada akhir tahun 2024 nanti kondisi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pati 0 persen sesuai target Inpres nomor 4 tahun 2022,” jelasnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Jumani memaparkan, bahwa amanat Inpres nomor 4 tahun 2022 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem kebijakan dari Pemerintah Pusat harus selesai di tahun 2024 ini.
“Harus 0 persen. Dan itu menjadi mandat, amanat Pemerintah Pusat dan secara regulasi sudah ditetapkan. Data yang ada, di Kabupaten Pati pada 2022 ada 10 ribu sekian untuk kemiskinan ekstrem. Kemudian hasil evaluasi dan verifikasi verval kemarin yang dilakukan OPD semua bekerja sama dengan camat dan desa itu terakhir ada 3 ribu sekian, jadi tinggal 0.3 sekian persen,” paparnya.
Jumani bersyukur, bahwa tingkat kemiskinan secara umum di Kabupaten Pati masih di bawah tingkat kemiskinan provinsi dan nasional.
Hal itu karena pada masing-masing OPD melakukan pendampingan di setiap kecamatan untuk melakukan verifikasi dan validasi di semua titik warga miskin yang kemudian dicarikan penyebab kenapa seseorang dinyatakan menyandang status kemiskinan ekstrem. (HS-08)