in

Bantuan Korban Banjir di Demak Terus Mengalir

Penyerahan bantuan untuk para korban banjir di Kabupaten Demak, dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Dharma Wanita Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, di Posko Terpadu Penanganan Darurat Bencana Banjir kabupaten Demak, Senin (04/03/24). (Foto : demakkab.go.id)

 

 

HALO DEMAK – Bantuan demi bantuan untuk para korban banjir di Demak terus mengalir.

Terbaru, bantuan diberikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Dharma Wanita Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Bantuan tersebut berupa 100 set perlengkapan sekolah, 150 pack sembako, dan 10 set kompor.

Ketua Dharmawanita Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Sholihah Cecep Kurniawan, menyampaikan bantuan yang salurkan merupakan bentuk kepedulian kepada sesama.

“Meskipun tidak banyak yang kami berikan, semoga ini bisa membantu dan meringankan kesedihan ibu-ibu atau korban yang terdampak dari bencana,” kata Sholihah Cecep Kurniawan, setelah penyerahan bantuan di  Posko Terpadu Penanganan Darurat Bencana Banjir kabupaten Demak, Senin (04/03/24).

Dirinya menyadari banyak anak yang kehilangan peralatan sekolah akibat banjir tersebut.

Untuk itu dia berharap bantuan perlengkapan sekolah ini bisa bermanfaat untuk anak-anak.

Sementara, Bupati Demak Eist’anah, seperti dirilis demakab.go.id, menyampaikan terima kasih kepada Dharma Wanita Ditjen Perhubungan telah menyalurkan Bantuan kepada masyarakat terdampak bencana banjir. Ia juga bersyukur  karena banyak bantuan untuk alat-alat sekolah

Lebih lanjut Bupati Eisti mengungkapkan, bahwa banjir yang menerjang Kabupaten Demak kemarin adalah yang paling parah, yang diakibatkan jebolnya tanggul Kali Wulan.

“Jebolnya tanggul Sungai Wulan ada di dua titik, lebarnya sekitar 20 meter dan 8 meter. Alhamdulilah berkat bantuan dari seluruh Stakeholder dari Provinsi sampai Pusat bencana banjir ini dapat tertangani dengan baik,” ungkap Eisti. (HS-08)

Dukung UMKM, Pemkab Rembang Kembali Luncurkan Program Hampers Berkah

Pj Bupati Pati Tekankan Penyerapan Tenaga Kerja Jadi Solusi Penanganan Kemiskinan Ekstrem