in

Jangkau Dunia Global, Fakultas Syariah UIN Surakarta Kembangkan Kelas Internasional

Rapat Sinkronisasi Perencanaan dan Penganggaran Fakultas Syariah UIN Surakarta. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SURAKARTA – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta mengembangkan kelas internasional, untuk menjangkau dunia global.

Program Kelas Internasional ini, dibahas dalam Sinkronisasi Perencanaan dan Penganggaran “Glokalisasi Fakultas Syariah Menuju Institusi Unggul” di Surakarta, Senin (26/2/2024).

Acara yang dihadiri seluruh Pimpinan Fakultas Syariah ini, dibuka oleh Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Toto Suharto.

Glokalisasi adalah globalisasi dengan mengedepankan kearifan lokal. Ini diupayakan sebagai jalan tengah, untuk menangkap potensi internasionalisasi yang disesuaikan dengan sumber daya kampus.

Glokalisasi adalah tujuan untuk membawa kemajuan berskala global tanpa menghilangkan nilai-nilai lokal. Mengglobal dengan semangat lokal.

“Kelas Internasional akan dirilis bulan depan. Kelas ini berisi mahasiswa terbaik dengan kemampuan bahasa dan talenta yang telah diseleksi dengan ketat. Untuk sementara, kelas yang akan dibawakan dengan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, diikuti 40 mahasiswa terlebih dahulu,” terang Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said, Muh. Nashirudin.

Selain Kelas Internasional, lanjut Nashirudin, Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta juga saat ini tengah mempersiapkan jurnal bereputasi Internasional. Jurnal ini diberi nama Jurnal Al Ahkam.

Keberdaan jurnal penting agar pemikiran cemerlang para dosen dan mahasiswa bisa dibaca dan dinikmati dunia internasional, tidak hanya kalangan lokal.

“Agar karya itu tidak mengendap dan menjadi arsip belaka maka dipersiapkan pula diskusi dosen bulan dengan tajuk Kisah atau Konsorsium Ilmu Syariah,” sebutnya.

Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta juga sedang menggodok program Pengabdian Internasional.

Program ini selain memperkenalkan mahasiswa dan dosen tentang pergaulan internasional, juga memperluas jangkauan sumbangsih pada penyelesaian permasalahan internasional.

“Pengabdian Internasional ini juga diharapkan dapat terwujud di tahun ini,” ujar Nashirudin.

Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta juga dilengkapi dengan beragam fasilitas laboratorium.

Tujuannya, untuk menunjang mahasiswa agar tidak hanya ahli secara teori tetapi juga memiliki kemampuan berpraktik yang mumpuni.

“Ke depan persaingan dunia kerja semakin kompetitif, sehingga perlu banyak soft skill yang dimiliki oleh mahasiswa,” sebutnya.

Berikut laboratorium milik Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta:

 

  1. Laboratorium Peradilan

Laboratorium Persidangan ini berisikan ruang sidang sebagaimana yang ada di Pengadilan di Bawah Mahkamah Agung. Lab ini dilengkapi pula dengan fasilitas toga hakim. Terdapat pula buku panduan dalam menjalankan persidangan yang membantu mahasiswa memahami teknis peradilan.

  1. Laboratorium Kewirausahaan

Laboratorium ini bertujuan untuk mengasah kemampuan mahasiswa untuk berwirausaha. Tidak hanya sekedar memberikan motivasi, laboratorium ini juga mengajak mahasiswa untuk berpraktik menjalankan suatu usaha. Fasilitas Laboratorium Kewirausahaan ini lengkap laiknya kafe di tengah-tengah perkotaan. Lab Kewirausahaan telah beker jasama dengan banyak pihak yang tentunya bisa menambah wawasan mahasiswa di bidang kewirausahaan.

  1. Laboratorium Falak

​​​Laboratorium ini dilengkapi alat-alat untuk melihat, memperhatikan, dan membaca kondisi astronomi. Selain itu juga sering dipergunakan untuk melihat hilal manakala Bulam Ramadhan hendak ditentukan. Mahasiswa yang bisanya melihat Sidang Itsbat di televisi, melalui Lab ini bisa mempraktikan langsung penentuan tersebut.

  1. Laboratorium Komputer

​​​​​​Laboratorium ini dapat dipergunakan oleh mahasiswa untuk mengasah kemampuan di Era Digital. Tidak seperti ​​​​​​laboratorium komputer pada umumnya yang sekedar mengajarkan kemampuan-kemampuan dasar di bidang pengoperasian aplikasi, Laboratorium komputer di Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta juga membantu mahasiswa memahami keilmuan terbaru di dunia digital.

  1. Laboratorium Restorative Justice

​​​​​​​Laboratorium ini adalah hasil kerja sama dengan Kejaksaan Republik Indonesia, untuk memperkenalkan sarana hukum terbaru, sebagai bagian dari upaya menyelesaikan persoalan hukum.

Sarana hukum itu berupa tahapan mediasi agar perkara tidak dilanjutkan ke pengadilan.

Harapannya dengan keadilan restoratif keadaan itu bisa kembali seperti semula ketika kejahatan itu belum dilakukan. Lab Restorative Justice bisa dikatakan menjadi lab pertama dan satu-satunya di lingkungan PTKIN di Indonesia. (HS-08)

Menag Optimistis Usulan KUA Jadi Tempat Nikah Semua Agama Didukung Banyak Pihak

Presiden Jokowi Pimpin Rapat Persiapan Ramadan dan Idulfitri 1445 H