in

Operasional Kurang Efektif, Pelabuhan Niaga Kendal Butuh Pengerukan

Kepala Dinas Perhubungan Kendal, Mohammad Eko saat meninjau kondisi Pelabuhan Kendal, Rabu (21/2/2024).

HALO KENDAL – Keberadaannya dinilai penting untuk mendukung kegiatan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, khususnya dalam menarik para investor. Namun Pelabuhan Niaga Kendal sampai saat ini belum bisa efektif untuk dioperasionalkan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kendal, Mohammad Eko, kepada awak media saat meninjau Pelabuhan Kendal, Rabu (21/2/2024).

Dijelaskan, belum beroperasinya Pelabuhan Niaga Kendal tersebut, dikarenakan kondisi kolam pelabuhan yang saat ini mengalami pendangkalan. Belum lagi ditambah kondisi breakwater (pemecah ombak) banyak yang sudah rusak.

“Belum efektif operasional Pelabuhan Niaga Kendal sejak pembangunan sampai sekarang, disebabkan kondisi kolam pelabuhannya dangkal, selain itu untuk breakwaternya juga sudah banyak yang rusak. Akibat banyaknya breakwater yang rusak juga menjadi pemicu cepatnya proses pendangkalan,” jelas Mohammad Eko.

Di sisi lain, menurutnya untuk memperbaiki kondisi kolam pelabuhan dan breakwater tersebut dibutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Seandainya itu dioptimalkan memang memerlukan anggaran yang cukup besar. Kalau untuk memperbaiki kondisi kolam, breakwater, alur, pengerukan dengan keuangan pemerintah daerah sepertinya terlalu berat,” ungkap Mohammad Eko.

Untuk itu, pihaknya terus mendorong kepada pemerintah pusat maupun provinsi, supaya dapat segera memberikan solusi terkait dengan pengerukan kolam, alur maupun perbaikan breakwater.

“Beberapa kali juga sudah kita dorong, kita usulkan ke pusat terkait untuk mencari jalan keluar. Baik dengan pengerukan kolam maupun perbaikan breakwater-nya. Karena saya yakin, kalau itu sudah beroperasi dampaknya sangat luar biasa,” tandas Mohammad Eko.

Kepala Dishub Kendal juga menyebut, pada akhir 2022 lalu, telah dilakukan penghitungan anggaran proses pengerukan kolam pelabuhan yang mencapai sekitar Rp 106 miliar

“Kalau sekarang pasti sudah bengkak lagi. Karena anggaran yang ada disitu kan memang ada dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi. Kalau Pemerintah Kabupaten Kendal sih kewenangannya hanya di daratnya,” imbuh Mohammad Eko.

Dirinya juga berharap, Pelabuhan Niaga Kendal ini dapat menjadi fokus dari pemerintah pusat sebagai langkah untuk mendukung perkembangan KEK Kendal.

Sementara itu, Kasubag TU UPTD Pelabuhan Penyeberangan Kendal, Sugiyono menambahkan, pendangkalan di kolam pelabuhan membuat jalur keluar-masuk kapal seringkali terhambat. Bahkan terkadang kapal terpaksa harus berhenti sejenak untuk menunggu sampai air naik, kemudian baru bisa beroperasi.

“Sejak adanya pendangkalan, kalau pas ada kapal mau masuk tidak bisa langsung, tapi harus menunggu airnya naik dulu. Misal datangnya siang, nah kapal itu harus menunggu air naik, dan itu pas malam hari,” jelasnya. (HS-06)

 

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Kamis (22/2/2024)

Tiket KA Lebaran 2024 Sudah Bisa Dipesan Mulai 22 Februari 2024