HALO SEMARANG – Sejumlah jabatan tingkat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang hingga kini masih kosong. Sehingga saat ini kursi lowong pada jabatan tersebut sementara dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono mengatakan, pihaknya menargetkan jabatan kosong akan terisi sebelum akhir Maret 2024. Saat ini, BKPP masih menunggu izin dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk melakukan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
Dia menambahkan, ada sebanyak 12 jabatan pimpinan tinggi pratama yang kosong di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. Diantaranya, yakni jabatan Asisten 2 , Asisten 3, Inspektur, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Satpol PP, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran.
“Kami ikuti regulasi dan mohon izin mengadakan seleksi. Target kami sebelum akhir Maret sudah terselesaikan,” jelasnya, Senin (19/2/2024).
Pengisian jabatan dengan melalui seleksi terbuka, lanjut dia, merupakan bentuk transparasi mengembangkan karier ASN berbasis sistem. Sistem ini didefinisikan sebagai kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, yang diberlakukan secara adil dan wajar dengan tanpa diskriminasi.
Pemerintah Kota Semarang telah menyusun rencana seleksi terbuka. Ada tiga tahap, yaitu administrasi, uji kompetensi dan potensi melalui tes psikologi, dan pembuatan makalah. Tahapan administrasi ini bagian dari melihat kualifikasi mulai dari jenis pendidikan, riwayat jabatan, dan sebagainya.
“Terus, kompetensi dan potensi. Kami adakan psikotes untuk mengetahui potensinya di bidang apa. Potensi apa yang dimiliki akan kelihatan oleh jasa psikologi. Moralitas dan integritas juga bsa diukur. Perilaku seseorang, integritasnya bagaimana,” katanya.
Selanjutnya, Joko menerangkan, pembuatan makalah menjadi bagian dari tahapan seleksi terbuka untuk mengetahui inovasi atau gagasan yang akan dilakukan jika menduduki jabatan yang dilamar.
“Pembuatan makalah ini on the spot. Kami beri waktu empat jam. Tidak boleh ada yang bantu,”imbuhnya.
Tahapan terakhir, tim panitia seleksi (Pansel) akan melakukan wawancara dengan calon pejabat. Pihaknya akan melibatkan praktisi dan akademisi untuk masuk dalam tim pansel.
Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, masih menunggu persetujuan dari KASN untuk melakukan seleksi terbuka. Menurutnya, banyak yang harus dilakukan untuk menyaring para ASN yang berkompeten. (HS-06)