HALO SEMARANG – Musibah banjir besar yang terjang wilayah Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak dan sekitarnya yang melumpuhkan aktivitas warga hampir satu pekan ini, salah satu faktor penyebabnya adalah karena dampak curah hujan yang cukup tinggi.
Koordinator Bidang dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Iss Widya Harmoko menjelaskan, terjadinya banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak tersebut berdasarkan pantauan curah hujan di wilayah Jawa Tengah, disebabkan curah hujan yang tinggi di wilayah terdampak dan bagian hulu sungai.
Menurutnya, curah hujan tinggi terutama di wilayah hulunya, yakni Kota Salatiga, Kabupaten Semarang dengan intensitas sedang – lebat yang mulai terjadi pada 4-7 Februari 2024, yaitu 21 sampai dengan 50 mm/hari hingga 51 sampai 100 mm/hari.
Sedangkan di wilayah terdampak dan sekitarnya yang lebih rendah juga terjadi hujan sedang yaitu 21 sampai dengan 50 mm/hari.
“Sehingga air mengalir ke wilayah terdampak wilayah Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak dan sekitarnya,” katanya, Kamis (15/2/2024).
Selain kondisi curah hujan lebat pada durasi yang lama di wilayah terdampak, lanjut dia, juga luapan air sungai yang dipicu oleh curah hujan yang tinggi di wilayah hulu sungai, serta keadaan topografi yang mengakibatkan air mengalir pada daerah yang lebih rendah (cekungan) dapat menyebabkan terjadinya banjir.
“Curah hujan tinggi berlangsung terus menerus pada musim hujan ini sehingga debit air hulu sungai meluap,” imbuhnya.
Sehingga pihaknya mengimbau kepada masyarakat terdampak, dengan melihat kondisi topografi cekungan di wilayah Kabupaten Demak serta masih dalam periode musim hujan, untuk mewaspadai susulan bencana hidrometeorologi. Serta bisa aktif berkoordinasi dengan instansi terkait guna meminimalisir dampak bencana,” pungkasnya. (HS-06)