in

Coach Fakhri Husaini Apresiasi Diklat Azfa Indonesia Kendal : Belajar Sepak Bola Sambil Belajar Ngaji

Tangkapan video saat Coach Fakhri Husaini mengapresiasi keberadaan Diklat Azfa Indonesia (DAI) Kendal, Selasa (13/2/2024)

HALO KENDAL – Mantan pelatih timnas usia muda, Fakhri Husaini mengapresiasi keberadaan Diklat Azfa Indonesia (DAI) Kabupaten Kendal dalam membina pesepakbola belia. Hal itu ia sampaikan menanggapi perkembangan para siswa DAI, melalui live videonya, Selasa (13/2/2024).

Sebagai mantan pelatih timnas usia muda, dirinya juga mengaku pernah merasakan bagaimana sulitnya mencari pemain muda berkualitas yang sudah teruji dalam kompetisi yang baik.

Namun, diakui Coach Fakhri, DAI mampu mengakomodir seluruh anak didiknya, untuk tidak hanya belajar sepak bola saja, tapi juga dibarengi dengan belajar ilmu keagamaan.

“Saya Coach Fakhri Husaini, ingin memberikan apresiasi yang tinggi terhadap keberadaan Diklat Azfa Indonesia Kendal. Diklat yang mengakomodir seluruh peserta, seluruh anak didiknya untuk belajar sepak bola, belajar mengaji dan sekaligus belajar di sekolah formal,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Fakhri juga menyebut, DAI merupakan paket komplit untuk masyarakat Kendal yang ingin mengikutsertakan anak-anaknya untuk berlatih sepak bola di DAI.

“Ini adalah paket komplit bagi adik-adik yang ingin bergabung di Diklat Azfa Indonesia Kendal,” imbuhnya.

Sementara Owner DAI Kendal, Ahmad Syaifudin mengatakan, konsep yang dijalankan dalam program DAI adalah pola pembinaan yang difokuskan pada sepak bola dan pola pendukungnya, yaitu sepak bola, bahasa Inggris, dan ilmu agama.

Karena menurut Kang Asep sapaan akrabnya, dalam pembinaan pesepakbola usia dini, harus ditanamkan juga ilmu agama, untuk bekal akhlak dan etikanya sebagai manusia.

Selain itu, kepada anak didik juga ditanamkan untuk tidak mengejar menjadi sang juara. Karena bukanlah suatu hal yang penting. Justru, menurutnya pembinaan secara berkesinambungan adalah kunci utama pengembangan pesepakbola.

“Namun, prestasi seperti yang telah diraih oleh anak-anak Diklat Azfa Indonesia menjadi bekal mental dan motivasi, tidak hanya kepada para pesepakbola itu sendiri, namun kepada tim pelatih dan ofisial yang terlibat dalam pengembangannya,” imbuh Kang Asep. (HS-06)

Bawaslu Kota Semarang: Kehadiran Saksi di TPS Representasi dari Peserta Pemilu

Film “Dirty Vote” Muncul di Masa Tenang, Ketua Kesatuan Aksi Alumni UI: Bentuk Black Campaign