HALO DEMAK – Relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kendal dan Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kendal bergabung dengan relawan lainnya untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir di wilayah Demak
Ketua FRPB Kendal, Teguh Udianto yang turun langsung ikut mengevakuasi warga mengatakan, pihaknya berangkat menuju Demak dan bertugas sejak Jumat (9/2/2024).
“Setelah sampai di lokasi, kami langsung bergabungan relawan dari daerah lain untuk mengevakuasi warga di Kedungbanteng, Wonorejo, Kecamatan Karanganyar yang terendam banjir setinggi sekitar satu meter,” ujarnya kepada halosemarang.id, Sabtu (10/2/2024).
Menurut pria yang akrab disapa Bobi tersebut, menjadi seorang relawan memiliki suka dukanya tersendiri. Dirinya menyebut, membantu sesama memiliki kenikmatan tersendiri bagi dirinya bersama relawan lainnya.
“Ya sukanya kita bisa bersilaturahmi dengan teman-teman relawan lain dari berbagai daerah. Kalau dukanya, ya hampir tidak ada. Karena kami telah dilatih untuk menghadapi rintangan. Cuma saat evakuasi malam hari kadang penerangannya kurang, hanya berbekal headlamp saja, belum lagi pasa hujan, ditambah ada warga yang enggan dievakuasi. Itu aja sih,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Markas PMI Cabang Kendal, Nur Fatoni mengatakan, PMI Cabang Kendal mengirimkan bantuan logistik untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir di Demak.
“Jenis barang logistik yang dikirim di antaranya beras, minyak goreng, mi instan, tahu tempe dan beberapa jenis sayuran. Selain mengirim bantuan logistik, juga mengirimkan sejumlah petugas dan relawan untuk membantu penanganan bencana di lokasi,” bebernya.
Nur Fatoni menjelaskan, relawan yang dikirim sebanyak tujuh orang, terdiri dari, PMI, ORARI, FRPB, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Kendal, serta Organisasi Pecinta Alam (OPA) KARS, yang dituju langsung ke titik terjadinya bencana banjir.
“Bantuan logistik yang kami berikan sesuai dengan kebutuhan di lokasi pengungsian. Demikian pula sasaran lokasi juga sesuai dengan arahan dari Posko Induk yang ada di lokasi bencana,” jelasnya.(HS)