in

Tingkatkan Peran Kelembagaan Radio LPPL, Diskominfo Blora Studi Tiru ke Sragen

Studi tiru pengelolan Radio LPPL oleh Dinas Kominfo Kabupaten Blora dan LPPL Gagak Rimang Blora ke Sragen. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Kepala Bidang IKP Dinas Kominfo Kabupaten Blora, Yosef Rudi Priyo Nugroho menilai LPPL Buana Asri Sragen lebih mandiri dibanding Radio LPPL Gagak Rimang FM Blora.

Hal itulah yang membuat Dinas Kominfo Kabupaten Blora dan Gagak Rimang berkunjung ke Sragen untuk melaksanakan studi tiru.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang IKP Dinas Kominfo Kabupaten Blora, Yosef Rudi Priyo Nugroho mewakili Kepala Dinas Kominfo Blora, saat memimpin tim untuk melaksanakan studi tiru pengelolan Radio LPPL ke Sragen.

Menurut dia, radio LPPL Blora dan Sragen memang memiliki sejumlah kesamaan. Namun demikian, dia mengakui LPPL Buana Asri Sragen lebih mandiri dibandingkan LPPL Gagak Rimang FM Blora.

“Kami ingin belajar banyak dari LPPL Buana Asri Sragen, yang kami anggap lebih mandiri, baik dari pengelolaan keuangan, maupun sumber daya manusia dan pengelolaan lainnya,” kata dia, seperti dirilis sragenkab.go.id.

Menurut dia, perekrutan Dewan Pengawas dan Dewan Direksi, menjadi poin penting dalam pengelolaan LPPL.

Selain itu kelembagaan LPPL serta tata hubungan kerja dengan Dinas Kominfo berjalan selaras dan harmonis. sehingga tugas-tugas kehumasan dan publikasi dapat didukung sepenuhnya oleh LPPL.

Dia berharap, ke depan secara kelembagaan, radio LPPL Gagak Rimang Blora dapat seperti yang diterapkan oleh LPPL Buana Asri Sragen, agar dapat lebih baik dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.

Direktur Utama radio LPPL Gagak Rimang Blora, Kasiyanto mengatakan kunjungan di LPPL Buana Asri Sragen, sebagai bentuk silaturahmi karena memiliki hubungan yang sangat istimewa.

“Selain ingin mengetahui perkembangan sesama radio LPPL saya mempunyai hubungan yang dekat dengan Direktur terdahulu yaitu Pak Edi. Sebagai jajaran redaksi, saya juga ingin mengetahui perkembangan bagaimana LPPL di daerah lain termasuk kelembagaan menjadi pekerjaan rumah buat kami,” terangnya.

Ia yang telah bergelut di dunia peradioan sejak tahun 80-an itu, menambahkan kelembagaan itu menjadi penting bagi LPPL, karena mengacu kepada Undang-Undang, Peraturan Daerah, Peraturan Bupati dan petunjuk pelaksanaannya.

“Sinkronisasi antarpemimpin dan pengelola LPPL diharapkan membawa dampak yang positif terlebih untuk kemajuan radio LPPL Blora ke depan. Peraturan yang diteruskan sampai pada pelaksanaan Peraturan Bupati itu harus step by step seperti perekrutan Dewan Pengawas dan Dewan Direksi yang berpengaruh pula pada pengurusan perijinannya.”ungkapnya.

Sementara Direktur Administrasi LPPL Buana Asri Sragen, Aris Munandar menyambut baik kehadiran LPPL Blora di Kabupaten Sragen.

Ia menyatakan kunjungan studi tiru kali ini karena adanya perbedaan kelembagaan dan tata kelola keuangan LPPL yang artinya LPPL Blora belum mengarah kepada LPPL murni yang independen.

Menurutnya LPPL itu harus mandiri sehingga kebijakannya tidak tercampur dengan yang ada di pemerintahan.

Dia memberi contoh, jika seluruh karyawan LPPL dari Dinas Kominfo, maka akan tercampur dengan kebijakan pemerintah. Juga ketika ada karyawan yang menjadi PPPK.

Maka dari itu, menurut dia sudah saatnya LPPL menjadi independen, untuk merekrut tenaga-tenaga yang profesioanal, yang digaji melalui dana hibah.

“Hanya butuh negosiasi antarpimpinan dengan pejabat publiknya untuk penganggaran tersebut,” kata dia. (HS-08)

Tak Hanya Kue Keranjang, Kue Bolu Spesial Imlek Juga Laris Manis

Tim Desk Pemilu Pemkab Boyolali Cek Distribusi Logistik dan Kesiapan