HALO SEMARANG – Permainan tim bola basket Satya Wacana Salatiga (SWS) di kompetisi IBL makin membaik meski hasil akhir yang diraih belum maksimal. Terakhir SWS menghadapi tim Pelita Jaya Bakrie (PJB) di GOR Knight Semarang pada Sabtu (27/1/2024).
Meski belum memperoleh hasil yang diharapkan, namun roster SWS yang masih diisi beberapa pemain muda dari mahasiswa itu bisa mengimbangi tim bertabur bintang dari PJB. Dalam pertandingan itu, SWS harus mengakui keunggulan PJB dengan skor akhir 63-82.
Pelatih SWS, Jerry Lolowang mengapresiasi kinerja para pemain dari pertandingan pertama hingga ketiga ini. Meski hasil belum sesuai yang diharapkan, namun ia sangat takjub dengan semangat dan tanggung jawab para pemainnya.
Hanya saja ia menyayangkan 10 menit pertama atau quarter pertama para pemain masih sulit untuk menyesuaikan pertandingan. Akan tetapi, selama game berjalan, para pemain mampu mengimbangi bahkan memberikan ancaman kepada lawannya.
“Catatan saya melihat di awal kita agak kesulitan mengendalikan game, memang dalam game plan kita harus bisa cepat dan tepat, jadi kita di awal game kurang bagus. Tapi quarter selanjutnya kita bisa menunjukan kualitas kami,” ujarnya Minggu (28/1/2024).
Dalam pertandingan pun PJB juga tak segan-segan menurunkan pemain label timnasnya dan naturalisasinya. Hal ini membuktikan bahwa timnya tidak dianggap remeh oleh siapapun lawannya.
“Mereka bahkan memainkan pemain asing mereka dan naturalisasi mereka, jadi mereka tidak menganggap kami enteng,” paparnya.
Sementata itu, Vice Presiden Director Satya Wacana Salatiga Basketball Club, Priyo Hari Adi mengakui jika SWS memang memiliki pemain yang tergolong masih muda dengan usia rata-rata 26 tahun. Usia itu diakui memang masih membutuhkan pemain-pemain yang lebih senior untuk menopang mereka.
Namun dari beberapa pertandingan yang sudah dilakoni, para pemain muda SWS mampu bersaing bahkan menjadi ancaman lawan.
“Selain itu tim Satya Wacana Salatiga (SWS) ini merupakan satu-satunya Tim Basket yang berasal dari universitas yang ada di Indonesia yaitu Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, yang mana pemain-pemainnya sendiri adalah 80% mahasiswa UKSW. Meski demikian Tim Basket SWS telah berhasil menyelenggarakan Turnamen Nasional IBL 2024 dan akan berakhir pada 15 Juni 2024 sebagai tuan rumah,” kata Priyo.
Penyelenggaraan Turnamen IBL ini adalah murni dikerjakan oleh dosen dan tim mahasiswa dengan mempersiapkan segala kebutuhan dan perlengkapan yang dibutuhkan sesuai dengan Mandatory IBL. Pertandingan ketiga ini dihadiri oleh sekitar 1.422 penonton yang dipenuhi di kedua Tribun Barat dan Tribun Timur.
Senada, General Manager Klub Basket Satya Wacana Salatiga (GM SWS) Dennys Christovel Dese mengapresiasi kekompakan dosen dan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengurus terselenggaranya event Indonesian Basketball League (IBL) 2024 dalam waktu singkat.
Dennys menjelaskan pertandingan basket pertama digelar pada Jumat (19/1/2024) di GOR Knight Stadium Semarang. Karena adanya permasalahan dengan event organizer (EO), UKSW harus menangani sendiri penyelenggaraan event olahraga.
Para dosen dan mahasiswa baru mulai mengurus perizinan pada 16 Januari 2024. Hal ini karena usai selesainya penyelesaian dengan EO.
“Persiapan kami sangat mepet karena adanya masalah kemarin. Selasa 16 Januari 2024 kami langsung ngebut segala perizinan baik kepolisian maupun pihak-pihak yang terlibat,” imbuhnya. (HS-06)