in

Tangani DBD, Dinas Kesehatan Rembang Ajukan Belanja Tak Terduga

Petugas melakukan foging untuk mencegah penyebaran demam berdarah. (Foto : rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang mengajukan usulan Belanja Tak Terduga (BTT).

Usulan BTT ini akan digunakan untuk penanganan penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang merebak di wilayah itu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Maria Rehulina mengatakan per 23 Januari 2024 terdapat 78 kasus DBD di Kabupaten Rembang. sehingga perlu penanganan ekstra di lokasi kasus (lokus).

“Salah satu strateginya Dinas Kesehatan mengajukan belanja tidak terduga. Ini on proses,” kata dia, seperti dirilis rembangkab.go.id.

Maria Rehulina menambahkan surat edaran tentang instruksi bupati perihal gerakan serentak pencegahan dan pengendalian penyakit DBD juga akan segera turun.

Pihaknya juga siap menindaklanjuti intruksi tersebut secara menyeluruh.

Besaran BTT yang diusulkan oleh Dinkes, yaitu Rp 145.700.000 untuk Januari sampai Desember 2024.

Nominal itu akan digunakan untuk penanganan kedaruratan DBD seperti pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa (fogging).

Seperti diketahui jumlah kasus penyakit DBD mengalami kenaikan. Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya seperti menggencarkan sosialisasi ataupun ajakan pencegahan penyakit DBD serta melakukan fogging di beberapa lokasi.

Sebelumnya, Maria Rehulina juga menyebut bahwa kasus DBD Januari ini terbilang naik jika dibandingkan Desember 2023. Pada Desember kemarin, hanya ada 19 kasus DBD.

“Bulan Januari ini naik hampir dua kali lipat, ada 46 kasus. Apalagi Januari ini belum selesai, ” tuturnya.

Menurutnya, peningkatan kasus DBD ini bisa disebabkan beberapa faktor. Salah satunya, ada sebagian masyarakat yang belum sadar akan pentingnya PSN.

“Kesadaran masyarakatnya untuk PSN masih rendah. Terbukti, angka bebas jentiknya masih kurang dari 95 persen,” jelas Maria.

Selain itu, lanjutnya, penyakit ini juga dipicu peralihan musim kemarau ke penghujan.

Frekuensi hujan yang tinggi menyebabkan suhu menjadi lembab, dan memicu cepatnya perkembangbiakan nyamuk.

Untuk itu, pihaknya akan mengaktifkan kembali kelompok kerja operasional (Pokjanal) DBD dari tingkat kabupaten sampai ke desa. Kemudian, mengaktifkan kembali gerakan satu rumah satu jumantik.

 

“Di tahun 2024 ini, kita juga mengadakan lomba desa bebas jentik. Yang ikut lomba itu desa-desa yang angka bebas jentiknya rendah,” terangnya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz, Rabu (17/1/2024) menyatakan pihaknya terus berupaya mencegah peningkatan kasus penyakit DBD, termasuk dengan mengajak masyarakat, melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara masif.

Hingga Rabu (17/1/2024), pasien positif DBD di Rembang ada 46 kasus. Bahkan ruangan perawatan anak di RSUD dr R Soetrasno telah penuh. Padahal ada 24 kamar khusus anak di ruang perawatan Flamboyan.

“Demam berdarah ini supaya ada pencegahan, ada monitoring di wilayah-wilayah. Jangan sampai ada kejadian, baru kita tangani. Pencegahan jauh lebih penting,” tegasnya. (HS-08)

Bupati Rembang Beri Motivasi Bintang FC Tampil Maksimal di Thailand

Kunjungi Indonesia, Xanana Gusmao Bertukar Sejumlah Nota Kesepakatan