HALO JEPARA – Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) di jepara, pada 2022 lebih rendah dibandingkan 2021. Penjabat (Pj) Bupati Jepara, H Edy Supriyanta berharap tahun ini IRBI tersebut dapat lebih ditekan.
Penurunan IRBI itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Jepara, H Edy Supriyanta, dalam Apel Siaga Bencana, di halaman Kantor Sekretariat Daerah Jepara, Selasa, (12/12/2023).
Apel diikuti unsur dari Pemkab Jepara, TNI, Polri, dan organisasi lintas sektor.
Turut hadir Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Ketua Pengadilan Agama Jepara Hendi Rustandi, Sekretaris Daerah Jepara Edy Sujatmiko, serta perwakilan forkopimda.
“Menurut prakiraan, puncak musim penghujan di Kabupaten Jepara terjadi di bulan Januari sampai April 2024, ini harus kita waspadai,” kata Edy, seperti dirilis jepara.go.id.
Edy menambahkan di Kabupaten Jepara terdapat 4 bencana yang sering terjadi pada musim hujan, yakni banjir, banjir rob, puting beliung, dan tanah longsor.
“Di Jawa Tengah kita menduduki peringkat 13 dengan tingkat risiko sedang,” tandasnya.
Data tersebut berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) yang berhasil ditekan dalam 4 tahun terakhir.
Pada tahun 2021 indeks menunjukkan risiko bencana di Kabupaten Jepara menyentuh 135,11 poin dan turun menjadi 122,27 poin di tahun 2022.
“Harapannya di akhir tahun 2023 hingga awal 2024 ini dapat diantisipasi dengan baik,” kata Edy.
Pj Bupati menjelaskan salah satu upaya antisipasi banjir di wilayah Jepara antara lain dilakukan pengerukan di Sungai Serang Wulan Drainase (SWD) I dan SWD II yang dilakukan oleh Kementerian PUPR.
Selain itu Pemerintah Kabupaten Jepara telah menyiapkan anggaran belanja tidak terduga pada tahun 2024 sebesar Rp 6 Miliar guna penanganan bencana.
“Saya minta komunikasi dari tingkat bawah melalui petinggi dan camat dapat ditingkatkan. Sehingga kesiapsiagaan bencana ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (HS-08)