in

Antisipasi Kemacetan Imbas Perbaikan Jalan Pantura, Dishub Kota Semarang Siapkan Jalur Alternatif

Giat jajaran Dishub Kota Semarang bersama Polres Demak mengarahkan kendaraan ke jalur alternatif Onggolawe-Bulusari menghindari kemacetan di Jalan Kaligawe Semarang karena sedang ada perbaikan jalan, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Imbas perbaikan jalan Pantura, tepatnya di perbatasan baik Kabupaten Demak dan Kabupaten Kendal yang akan masuk Kota Semarang membuat arus lalu lintas kendaraan menjadi tersendat. Adapun titik kemacetan kendaraan, tepatnya di sekitar Pasar Sayung, Mranggen, Demak, Jalan Kaligawe dari arah Kabupaten Demak menuju Kota Semarang dan sebaliknya.

Sedangkan di perbatasan Kendal- Semarang, ketersendatan sedikit terjadi di sekitar Pabrik Sango, wilayah Tambakaji, menuju Kota Semarang maupun sebaliknya.

Sebab, jalur utama yang biasanya dilintasi banyak kendaraan berat, truk, dan bus itu harus antre melintas karena penyempitan jalur yang tengah dibeton. Untuk mengantisipasi kemacetan parah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bersama jajaran Satlantas Polres Demak mengarahkan kendaraan baik roda empat dan bus melalui jalan alternatif yaitu ke jalan Onggorawe-Bulusari menuju Kota Semarang. Hal ini untuk menghindari kemacetan di Jalan Kaligawe akibat tengah dilakukan perbaikan jalan dan sempat tergenang air banjir beberapa waktu lalu.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan, pihaknya mengantisipasi terjadinya kemacetan atau antrean panjang kendaraan di jalur Pantura yang menuju wilayah Kota Semarang, baik dari perbatasan Demak dan Kendal dengan berkoordinasi pihak Satlantas Polres Demak. Pihaknya juga mengimbau pengendara dan sekaligus mengarahkan kendaraan untuk melewati jalan alternatif yang bisa dilalui yakni Onggorawe-Bulusari.

“Dishub bersama Polres Demak, di waktu padat mengarahkan kendaraan ke titik atau jalur alternatif yakni Jalan Onggorawe-Bulusari, ada dua alternatif yang bisa dilalui kendaraan roda empat, dua, bahkan bus. Yakni Pasar Buyaran, Demak, atau Onggorawe, nanti bisa tembus Jalan Wolter Monginsidi, Banjardowo, Genuk,” paparnya, Rabu (6/12/2023).

Dikatakannya, antrean panjang rawan terjadi saat jam sibuk, pagi dan sore hari, saat jam kantor, atau sekolah. Sehingga pihaknya akan mengerahkan petugas ke lokasi tersebut Apalagi, sempat di Kaligawe merupakan jalur utama, menjadi penghubung perbatasan ke Kabupaten Demak dan menuju daerah Jawa Timur itu beberapa waktu lalu tergenang air banjir.

“Memang kondisinya meski tidak ada perbaikan, volume kendaraan yang melintas selalu padat. Hal ini karena ,antrean panjang atau bottle neck, kondisi dimana volume tetap padat, namun jalan menjadi menyempit imbas pembangunan jalan. Memang sempat tersendat karena akses kendaraan si ruas jalur Kaligawe juga tergenang air banjir, yang sudah diantisipasi dengan pompa portabel milik Pemkot Semarang. Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi genangan air banjir. Sudah lancar,” imbuh Danang.

Pihaknya mengimbau, kendaraan bisamelalui jalur alternatif, maupun masuk tol karena pembangunan jalan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas. Sehingga setelah rampung pembangunan jalan arus lalu lintas diharapkan akan lancar kembali.

Sedangkan antisipasi di jalur Mangkang, pada jam padat atau sibuk terjadi pada pukul 06.00 -08.00 WIB, kendaraan barang dilarang untuk melintas menuju kota.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Kendal, kendaraan berat dilarang menuju Kota Semarang. Dan untuk bisa diarahkan masuk tol, atau berhenti dulu di sepanjang jalan Alteri Kendal, maupun bisa istirahat selama dua jam. Atau bisa juga masuk ke Terminal Mangkang,” katanya.

Selain, itu pengendara roda dua dan empat, bisa memilih jalur alternatif lainnya, tembus Pasar Mangkang, lewat jalur Bringin, wilayah Ngaliyan, sampai tembus sampai Pasar Mangkang. Atau melewati jalan tembus lainnya, menuju Kedungpane.

Selanjutnya, untuk pengalihan arus ke jalan alternatif juga akan bertambahnya volume kendaraan di jalur yang dilalui, misalnya di Persimpangan jalan, atau jembatan, apalagi tidak adanya traffic ligh permanen akan menjadi perhatian juga.

“Memang kalau insidentil ada kepadatan saat pengalihan arus tersebut, sehingga kami juga berkoordinasi dengan Polsek setempat upaya penguraian kemacetan. Seperti koordinasi pemasangan rambu- rambu portabel, dan personil Dishub untuk diterjunkan,” pungkas Danang. (HS-06)

 

Bupati Blora Beri Apresiasi Pelatihan Program Pengembangan Kapasitas Usaha

Apel HUT Ke-90 RSUD dr H Soewondo Kendal, Wabup Tegaskan Kedisiplinan