HALO SEMARANG – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat dari kekurangan gizi kronis. Ini mengakibatkan anak terlalu pendek untuk usianya.
Kasus stunting menjadi masalah serius yang harus ditangani. Apalagi pada beberapa tahun kedepan, Indonesia memasuki masa bonus demografi dimana usia produktif lebih banyak disbanding usia nonproduktif.
Berdasarkan hasil survei status Gizi Balita, tahun 2019 ada 27,67 persen balita mengalami stunting. Hal tersebut mendorong mahasiswa KKN Unnes Giat 6 di balai Desa Bangkok, Kecamatan Karanggede, Boyolali menggelar sosialisasi pencegahan stunting.
Ketua Kelompok KKN Unnes Desa Bangkok, Al Muzammil Ridho menuturkan, sosialisasi pencegahan stunting ini sasaran pesertanya pengantin baru dan ibu hamil.
“Sosialisasi tim KKN Unnes bersama bidan Desa Bangkok ibu Ani,” katanya.
Menurut dia, acara dimulai dengan melakukan penjelasan mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dari bayi, mulai dalam kandungan sampai usia dua tahun. Selanjutnya, dilakukan program pemberian makanan tambahan, berupa susu dan telur.
Selain sosialisasi, juga diadakan senam ibu hamil. Menurut Al Muzammil, sosialisasi pencegahan stunting menjadi salah satu penerapan dari nilai-nilai Pancasila yaitu peduli sesama manusia. Seperti halnya pada sila kedua Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab.(HS)