HALO SEMARANG – Jelang akhir tahun 2024, Pemprov Jateng diharapkan bisa menyelesaikan seluruh pembangunan yang dikerjakan dengan anggaran tahun 2023 ini. Khususnya pembangunan sejumlah infrastruktur jalan di Jawa Tengah. Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko mengatakan, seluruh proses pembangunan infrastruktur yang ditarget selesai tahun ini, diharapkan bisa dipastikan progresnya oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah.
“Jangan sampai ada yang molor atau tak selesai, karena ini berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan. Kalau ada yang belum selesai, harus dikebut,” kata politisi Partai Gerindra, baru-baru ini.
Seperti misalnya, kata dia, perbaikan jalur Pantura di Pati-Rembang yang selama ini membuat macet arus lalu lintas di jalur Pantura Timur. Pekerjaan ini harus dipastikan bisa selesai sesuai target pada akhir Desember 2023.
Seperti diketaui, Pemprov Jateng menganggarkan Rp 437 miliar untuk program penyelenggaraan jalan pada tahun 2023. Total jalan yang ditangani pada tahun ini sepanjang 2,404.741 kilometer. Perbaikan jalan melalui program Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) setempat, dilakukan dengan sistem pemeliharaan, rehabilitasi, dan rekonstruksi jalan.
Pemeliharaan rutin jalan merupakan kegiatan merawat dan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi pada ruas-ruas jalan, dengan kondisi pelayanan mantap sesuai Permen PU Nomor 13/PRT /M/2011.
Salah satu pekerjaan pembangunan yang sedang dilaksanakan Pemprov Jateng yaitu perbaikan jalur Pantura di Pati-Rembang yang ditargetkan rampung pada 15 Desember 2023. Target ini dipercepat mengingat jalan tersebut sering memicu kemacetan transportasi.
“Kemarin kami sudah kordinasi tanggal 15 Desember 2023 selesai,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Hanung Triyono, belum lama ini.
Libur Natal dan Tahun Baru
Saat ini pihaknya terus mengebut pengerjaan perbaikan jalan di jalur Pantura Pati-Rembang agar tidak memperparah kemacetan. Mengingat sebentar lagi akan memasuki libur panjang Natal dan Tahun Baru 2024.
“Kurang tahu persisnya kurang berapa persen penyelesaiannya, kalau setengah bulan selesai itu ya berarti tinggal sedikit. Untuk saat ini masih dalam pengerjakan dan terus dikebut,” imbuh Hanung.
Sementara itu, diketahui saat ini BBPJN Jateng-DIY terus menggenjot pembetonan Jalur Pantura Pati-Rembang. Perbaikan ditarget rampung sebelum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Awalnya proyek ini dijadwalkan rampung pada April 2024 sesuai paket multi years contract TA 2023-2024. Namun lantaran rawan memicu kemacetan, perbaikan jalan dipercepat menjadi 10 Desember 2023.
Ada lima titik jalan di Kecamatan Batangan yang sedang diperbaiki. Mulai dari Desa Trimulyo (240 meter), Desa Raci (475 meter), Desa Ketitang Wetan ( 115 meter dan 220 m) serta Desa Bumimulyo ( 1,065 kilometer). Selain itu di Kecamatan Kaliori Rembang sepanjang 1,95 kilometer.
Sementara saat disinggung kemantapan jalan provinsi di Jateng, Hanung menyebut bahwa tahun ini pihaknya memiliki target 93 persen. Saat ini kemantapan jalan di Jateng baru bergerak di posisi 88 persen.
“Sebenarnya kita pada saat sebelum musim hujan itu kita punya target 93 persen. Namun bergerak di posisi 88 persen, karena naik turunya disitu. Namun kita tetap optimis diakhir tahun kita bisa 92-93 persen,” katanya.
Menurutnya, semua ruas di Jateng telah diperbaiki dan dilakukan perawatan rutin dimana dalam hal ini juga melibatkan pemerintah daerah. Di antaranya ada di jalur Surakarta, Purwodadi, dan Blora.
“Sebagian banyak yang dilaksanakan dengan pemerintah daerah. Yaitu Surakarta, Purwodadi, Blora. Sama Jalur Lintas Selatan (JLS), itu yang luar biasa besar ada Rp 682 miliar untuk itu. Yang lain kita laksanakan dengan pemerintah kab/kota,” beber Hanung.(Advetorial-HS)