HALO SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unnes Giat 6 mengadakan peningkatan keterampilan dan marketing UMKM Caping di balai Desa Dologan, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Minggu (12/11/2023). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat generasi muda untuk melestarikan anyaman caping, supaya tidak punah.
Selain itu juga mengedukasi perajin caping terkait pentingnya marketing dan keberlanjutan UMKM tersebut. KKN ini bentuk kegiatan pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka Unnes, dibawah pengelolaan Pusat Pengembangan KKN Unnes.
Kegiatan ini melibatkan partisipasi Karang Taruna Desa Dologan, perajin caping, dan perangkat desa setempat. Narasumber pelatihan Dhoni, tokoh muda yang giat melestarikan anyaman caping.
“Saya mempunyai mimpi yang besar untuk mengembangkan caping agar semakin dilirik oleh masyarakat. Selain itu juga meningkatkan pemasaran agar bisa menembus pasar-pasar diluar Boyolali,” ujar Dhoni.
Dengan semangat dan keberhasilan, pihaknya terus memotivasi generasi muda untuk tidak malu dalam melestarikan potensi UMKM Caping Desa Dologan. Antusias karang taruna untuk belajar menganyam caping sangat tinggi, mereka mengisi waktu luang diluar kesibukan sekolah dan bekerja.
Menurut Dhoni, proses pembuatan caping cukup panjang, ini menjadi tantangan anak muda enggan untuk meneruskan potensi yang besar. Prosesnya seperti pemilihan bambu yang sesuai, pemotongan, membelah dengan ukuran tertentu dan penghalusan tekstur bambu untuk dibuat anyaman.
“Caping juga terdiri dari lapisan, semakin banyaknya lapisan kualitas dan harga caping semakin mahal,” ungkapnya. Pada sesi akhir acara, ada pembagian hadiah untuk setiap pembuat caping terbaik oleh Kepala Desa Dologan Sugeng Riyanto.
Program ini diharapkan dapat memacu semangat anak-anak muda Desa Dologan dalam melestarikan anyaman caping yang menjadi icon Desa Dologan. Mereka generasi penerus perajin caping sehingga kerajinan ini tidak punah. Pemasaran juga meningkat, serta dapat memenuhi permintaan konsumen seluruh wilayah Indonesia.(HS)