HALO SEMARANG – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk ikut mencintai lingkungan sekitar, salah satunya dengan menanam tanaman pencegah abrasi gelombang laut. Seperti yang dilakukan oleh puluhan siswa kelas B dari Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 46, diajak untuk belajar mencintai lingkungan dengan ikut menanam mangrove, terutama di wilayah pesisir, yakni di hutan tambak mangrove, kawasan pantai Mangunharjo, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, pada baru-baru ini.
Tanaman mangrove sendiri, memiliki fungsi yang sangat vital untuk kawasan pesisir, salah satunya mencegah abrasi, rob, serta mencegah banjir. Tak hanya itu, magrove juga memiliki fungsi sebagai rumah biota laut dan berguna bagi kesehatan karena bisa dimanfaatkan sebagai tanaman herbal.
Para siswa nampak asik meskipun awalnya sedikit kotor karena harus menanam bibit mangrove menggunakan polybag yang diisi lumpur. Namun setelah mereka diajak ke tambak sebagai tempat pembesaran, mereka nampak senang karena bisa bermain air dan berenang sambil didampingi gurunya.
Arjuna Shifan, salah satu siswa, nampak antusias bahkan ia tak segan masuk kedalam tambak agar bibit mangrove miliknya bisa tumbuh besar dan bermanfaat bagi wilayah Kecamatan Tugu dan sekitarnya.
“Semoga cepat besar ya,” harap bocah enam tahun ini.
Sementara itu, Kepala Sekolah TK ABA 46, Nurul Septia Rofianah menjelaskan, jika siswa TK B ini sengaja dikenalkan dengan tanaman mangrove yang memiliki banyak manfaat bagi kawasan pesisir. Kali ini, pihak sekolah menanam total ada sebanyak 60 bibit yang ditanam bersama siswa.(HS)