in

Jembatan Kaca Tinjomoyo Belum Beroperasi Tahun Ini, Begini Kata Dewan

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Gumilang Febriyansyah.

HALO SEMARANG – Belum beroperasinya jembatan kaca di Hutan Wisata Tinjomoyo, Kelurahan Tinjomoyo, Banyumanik sampai dengan akhir tahun 2023 ini ternyata mendapat dukungan dari Komisi C DPRD Kota Semarang.

Pembukaan jembatan kaca dinilai memang harus mengutamakan faktor keamanan pengunjung. Karena masih adanya penambahan sarana prasarana pendukung keselamatan dan fasilitas lainnya yang harus dilakukan oleh dinas terkait.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Gumilang Febriansyah menjelaskan, dari awal pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo penekanan yang digarisbawahi harus mengutamakan sisi safety pengunjung. Karena jangan sampai terjadi musibah seperti kejadian yang menimpa pengunjung jembatan kaca di Banyumas beberapa waktu lalu.

“Ada kejadian jembatan kaca pecah di Banyumas, mudah-mudahan hal ini tidak terjadi di Kota Semarang,” ujarnya.

Sehingga lanjut Febri, sapaan akrabnya, nantinya sebelum dibuka untuk umum pengelola wajib melakukan trial atau uji coba dulu untuk memastikan agar pengunjung benar-benar safety, dan membuat dengan jelas standar operasional prosedurnya (SOP). Serta penambahan perlengkapan dan prasarana hingga fasilitas keamanan lain pendukungnya.

“Misalnya jalur naik dan turun pengunjung supaya dibedakan, dan harus dicek speknya serta disesuaikan dengan standarnya. Ketebalan kaca, dan lain-lain, seperti penambahan jaring pengaman di bawah jembatan,” ungkapnya.

Selain itu, akses menuju lokasi Jembatan Kaca Tinjomoyo juga bisa diperbaiki agar membuat nyaman pengunjung.

“Kami juga meminta akses jalan menuju ke sana diperbagus lagi karena masih banyak kondisi jalan yang rusak, kalau akses tidak baik wisatawan yang akan ke sana juga tidak nyaman,” imbuh politisi dari PKB ini.

Selanjutnya, fasilitas jembatan kaca untuk turun pengunjung agar bisa dibangun. Maupun fasilitas lainnya seperti pos petugas jaga, sehingga perlu anggaran tidak sedikit untuk melengkapi semua fasilitas di tempat wisata alam tersebut sampai benar-benar siap dibuka.

Tak kalah pentingnya, sumber daya manusia (SDM) yang mengelola tempat wisata ini dibutuhkan skill di bidangnya dan mengetahui tugasnya masing masing. Sehingga pengunjung merasa aman saat berlibur dan menikmati ikon wisata baru di Kota Semarang.

“Karena Jembatan Kaca Tinjomoyo sudah dinanti-nantikan oleh warga Semarang dan sekitarnya dan bisa beroperasional,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso memastikan pada tahun ini belum membuka Jembatan Kaca di Hutan wisata Tinjomoyo untuk umum. Karena, harus menunggu kesiapan secara keseluruhan mulai dari pengelola tempat wisatanya atau sumber daya manusianya harus memiliki sertifikasi maupun kelengkapan sarana dan prasarananya.

“Tidak tahun ini jembatan kaca untuk dibuka umum, karena kami masih melakukan persiapan yang matang. Apalagi dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) rencananya akan menambah bangunan jembatan di sisi sebelah timur sungai, jadi sekarang belum nyambung dengan tangga turun belum ada,” ungkapnya, Selasa (7/11/2023).

Selain pembangunan sisi sebelah timur belum selesai, lanjut dia, nantinya jalur pengunjung jembatan kaca dibuat berbeda antara pintu masuk dan pintu keluarnya.

“Di sana ada beberapa destinasi wisata dan jembatan kaca salah satu dari lokasi yang bisa dikunjungi. Sehingga biar alur pengunjung yang masuk lokasi wisata tertib dan bisa terintegrasi,” imbuhnya.

Sehingga saat dibuka dan mulai beroperasional nantinya, keamanan tempat wisata Jembatan Kaca tersebut benar-benar safety. Hal itu, kata dia, setelah ada anggaran murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024. (HS-06)

 

Pompa BBWS Tak Maksimal, Pemkot Semarang Kerahkan Pompa Mobile untuk Kendalikan Banjir Kaligawe

Tiga Inovasi Pemkot Semarang Masuk 10 Besar IndoHCF Award 2023