in

Peringati Haul Ahmad Rifa’i, Ribuan Jemaah Rifaiyah Padati Lingkungan Kantor Pemkab Kendal

HALO KENDAL – Ribuan jemaah Rifaiyah dari berbagai daerah menghadiri Haul KH Ahmad Rifa’i yang digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso dan area lingkungan Setda Kendal, Minggu (12/11/2023). Acara digelar dalam momentum peringatan Hari Pahlawan.

Ketua Pantia Penyelenggara, KH Parno Al Fatih dalam sambutannya mengatakan, acara digelar dalam rangka memperingati Haul KH Ahmad Rifa’i yang dikenal sebagai Pahlawan Nasional asli Kendal.

Dikatakan, ada sekitar 6.000 jemaah Rifaiyah yang hadir, baik dari Kabupaten Kendal dan dari Pengurus Daerah Rifaiyah kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

“Kami selaku panitia memohon maaf karena kapasitas Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal yang tidak cukup menampung jemaah Rifaiyah, sehingga mengakibatkan meluber sampai mengelilingi sisi kanan-kiri dan halaman pendopo,” ungkap Gus Parno sapaan akrabnya.

Pimpinan Pusat Rifaiyah KH Mukhlisin Muzari dalam sambutannya mengapresiasi digelarnya Haul KH Ahmad Rifa’i, seorang pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kiai Haji Ahmad Rifa’i merupakan seorang Pahlawan Nasional yang patut dijadikan teladan. Karena perjuangan yang dilakukan beliau demi mewujudkan kemerdekaan Indonesia, tak ada satupun yang bisa diragukan,” ungkapnya.

KH Mukhlisin juga menekankan, perjuangan KH Ahmad Rifa’i saat ini sudah usai, namun jemaah Rifaiyah diharapkan mampu untuk terus meneruskan perjuangan, dengan mempertahankan kedaulatan dan persatuan bangsa Indonesia.

“Harapannya, semua yang telah diperjuangkan beliau saat itu, kini bisa dilanjutkan kembali oleh seluruh masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman yang ada,” harapnya.

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basiki, dalam sambutannya sekaligus membuka acara menyampaikan sambutan Bupati Kendal, bahwa pada tahun 1785 di Tempuran, Kabupaten Kendal, lahir seseorang yang akhirnya tumbuh menjadi pejuang gigih dalam melawan penjajahan Belanda. Sosok tersebut adalah KH Ahmad Rifa’i.

“Perlawanan beliau dilakukan melalui proses pembinaan mental spiritual kepada masyarakat, yaitu dengan menanamkan keyakinan nilai-nilai agama melalui kegiatan dakwah di daerah Kendal dan sekitarnya. Dalam dakwahnya beliau juga menyampaikan nilai sosial kemasyarakatan, kebangsaan, dan perjuangan melawan penjajahan,” ujarnya.

Ternyata, lanjut Wabup, sikap, semangat, dan nilai-nilai yang diajarkan Ahmad Rifa’i itu benar-benar meresap di hati masyarakat. Sehingga memotivasi untuk berjuang mempertahankan kedaulatan bangsa dari penjajahan/kedzaliman kolonial Belanda. Karena eksistensi beliau mengancam kolonial Belanda.

“Kiai Rifa’i diasingkan ke beberapa tempat sampai ke Ambon. Kemudian beliau dipindahkan lagi ke tahanan Kampung Jawa di Tondano, Sulawesi Utara, sampai beliau wafat dan dimakamkan di sana pada tahun 1869,” imbuhnya.

Selanjutnya pada tahun 2004, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada KH Ahmad Rifa’i, sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan perjuangannya. Menurut Wabup, warga Kendal patut berbangga memiliki Pahlawan Nasional yaitu KH Ahmad Rifa’i.

Sebagai penutup dirinya mengajak untuk mengenali, menghormati dan mencontoh perjuangan para pahlawan. Serta melanjutkan perjuangannya untuk menjadikan Indonesia bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Tak lupa, Wabup juga mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kemerdekaan, keamanan, dan ketertiban di Indonesia. Sehingga semua bisa beraktivitas atau beribadah dengan tenang dalam naungan NKRI.

“Mari kita mendoakan para pahlawan Indonesia mendapatkan pahala amal jariyah atas perjuangannya. Kita doakan dan bantu pula saudara-saudara kita umat
Islam Palestina, Rohingya, Uighur, India atau tempat lain yang menjadi minoritas dan ditindas atau dijajah, diberikan keteguhan iman, pertolongan dan kemenangan,” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan mengikuti tauziah yang menghadirkan Habib Abbas Bin Abu Bakar Al Haddad dari Pekalongan, yang juga menyampaikan suri tauladan KH Ahmad Rifa’i yang telah berjuang demi kemerdekaan RI.(HS)

Dharma Wanita Banjarnegara Gelar Senam ‘Stay at Home’

Prabowo Disambut Ribuan Santri di Ponpes Sunan Drajat: Saya Merasa Bersyukur