HALO KENDAL – Pemkab Kendal berupaya meningkatkan perekonomian dengan salah satunya lebih mengoptimalkan Forum Pengembangan Ekonomi Lokal (FPEL). Melalui forum ini diharapkan dapat memberdayakan ekonomi rakyat di tingkat usaha mikro dan kecil.
Karena itu, Pemkab Kendal menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Lokal Menuju Kendal Berdaya Saing yang berlangsung di Pendopo Tumenggung Bahurekso.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Sugiono mengatakan, Pemkab Kendal akan selalu mendorong dari semua sisi untuk fasilitasi para klaster di Kendal, supaya dapat meningkatkan perekonomian.
Menurutnya, untuk segi produksi para klaster di Kendal sudah standar dan tidak kalah dengan daerah lain, namun yang terpenting adalah pemasaran produknya.
“Kalau saya melihat untuk produksi sudah sesuai standar. Namun yang harus kita support terus menerus adalah peningkatan kualitas dan pemasaran produk, agar klaster lebih cepat berkembang,” tandasnya, seperti dirilis kendalkab.go.id, Kamis (2/11/2023).
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Kendal, Izzuddin Latif menjelaskan, kegiatan FGD ini bertujuan untuk mengakselerasi atau mempercepat pengembangan ekonomi lokal berbasis klaster dalam rangka mewujudkan Kendal berdaya saing.
“Selain itu, juga membentuk kesepahaman dan kesepakatan bersama stakeholder terkait, agar berkolaborasi dan bersinergi dalam pengembangan ekonomi lokal, dan memperkuat kelembagaan klaster dan ekonomi kreatif sebagai pilar pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal,” jelasnya.
Lebih lanjut Izzudin Latif menyampaikan, kegiatan ini dilakukan dalam upaya meningkatkan perekonomian di Kabupaten Kendal, yang mana untuk lebih mengoptimalkan FPEL Kendal dalam memberdayakan ekonomi rakyat di tingkat usaha mikro dan kecil.
Sebagai Ketua FPEL, pihaknya terus berupaya untuk mengatasi beberapa kendala yang ada. Yaitu dengan menyampaikan gagasan strategi akselerasi pengembangan ekonomi lokal melalui sinergitas ekosistem riset dan inovasi menuju Kendal berdaya saing.
“Adapun strategi untuk mengatasi kendala yang ada kami berlokasi dengan unsur pentahelix, salah satunya melakukan MoU dengan Universitas Muhammadiyah Kendal Batang atau UMKABA terkait dengan riset, dan hasilnya dapat dijadikan sebagai inovasi yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal. Supaya lembaga klaster menjadi lebih berkembang dan inovatif, perekonomian tumbuh positif, daya saing daerah meningkat, serta terbangunnya ekosistem riset dan inovasi yang kuat dan terintegrasi,” bebernya.
Sementara itu, Rektor UMKABA, Sri Rejeki menyampaikan, melalui kerja sama nantinya dapat mengidentifikasi potensi yang dimiliki Kendal. Dimana nantinya bisa dikembangkan melalui kajian-kajian atau riset. Untuk itu, pihaknya berusaha merumuskan usaha melalui UMKM yang bisa untuk mengembangkan ekonomi lokal Kendal. (HS-06)