HALO JEPARA – Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Edy Sujatmiko memberi motivasi, sekaligus meminta agar para peserta pelatihan merias hantaran, kelak dapat merintis usaha, hingga bisa membuka lapangan kerja baru.
Dorongan itu disampaikan Sekda Kabupaten Jepara, Edy Sujatmiko saat berbicara dalam pelatihan merias hantaran.
Kegiatan yang berlangsung di aula Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskop UKM Nakertrans) Kabupaten Jepara, Selasa (24/10/2023) itu diikuti 20 peserta.
“Yang terpenting itu menciptakan lapangan kerja. Itulah tujuan pemerintah daerah memberikan pelatihan ini,” kata Edy Sujatmiko, kepada para peserta pelatihan.
Dengan tujuan seperti itu, dia menekankan agar ilmu yang didapat peserta, benar-benar dipraktikkan untuk memulai usaha.
Dia juga meminta agar peserta mengembangkan kompetensi yang didapat, dengan menggali berbagai sumber pengetahuan lain.
Selain itu diperlukan upaya sungguh-sungguh untuk melakukan branding. Menurut dia, jika pintar melakukan branding, menjaga kualitas produk, serta memasarkan, maka bisa membuka lapangan kerja untuk yang lain.
Dia meyakinkan, bisnis merias hantaran tidak ada habisnya. Makin hari, warga makin memerlukan buket dan berbagai rias hantaran.
Dia mencontohkan untuk kebutuhan wisuda yang kini tak hanya di perguruan tinggi, tapi sampai PAUD.
Menurutnya, jika peserta pelatihan ini bisa menempatkan diri menjadi pelaku UKM baru, mereka akan berkontribusi makin menguatkan perekonomian daerah.
“Ayo bareng-bareng membangun Jepara agar perekonomian Jepara makin stabil,” tandasnya.
Edy Sujatmiko menyebut, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), Jepara merupakan kabupaten di Jawa Tengah yang penurunan kemiskinannya paling baik.
Angka itu menurun dari 6,88 per Maret tahun lalu, menjadi, 6,61 persen per Maret tahun ini.
Persentase itu turun 0,27 atau sebanyak 2,33 ribu orang. Semula Jepara tinggal memiliki 89,08 ribu penduduk miskin. Tahun ini turun menjadi 86,75 ribu orang.
Kepala Diskop UKM Nakertrans Kabupaten Jepara Samiadji menyatakan, peserta pelatihan berasal dari berbagai desa di Jepara.
Mereka mendapat fasilitas berupa kaos, uang transportasi, tas, hingga peralatan dan bahan praktik selama pelatihan. (HS-08)