in

Mudahkan Akses Warga Gempolsewu Rowosari, Jembatan Gantung Akhirnya Mulai Dibangun

Groundbreaking Jembatan Gantung Gempolsewu, Rowosari oleh Bupati Kendal Dico M Ganinduto, didampingi Kasatker PJN Wilayah III, Yanuar Dwi Putra dan Kepala PUPR Kendal, Sudaryanto, Kamis (5/10/2023).

HALO KENDAL – Warga Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal akhirnya bakal segera menikmati kemudahan akses transportasi. Sebelumnya selama puluhan tahun warga merasakan sulitnya akses transportasi antar dusun karena dipisahkan keberadaan Sungai Kalikuto. Namun, kini pemerintah akhirnya mulai membangun sebuah jembatan gantung.

Groundbreaking pembangunan jembatan gantung Gempolsewu tersebut telah dilakukan pada Kamis (5/10/2023). Kepala Desa Gempolsewu, Charmadi mengatakan, jembatan ini telah lama diimpikan dan dinanti-nanti warga masyarakatnya.

“Program jembatan gantung, sudah menjadi impian dan harapan yang ditunggu-tunggu masyarakat Desa Gempolsewu, terutama yang dipisahkan Sungai Kalikuto, baik yang ada di wilayah barat maupun yang ada di timur Sungai Kalikuto,” ungkapnya, saat memberikan sambutan di acara groundbreaking.

Charmadi menyampaikan, mewakili warga yang berada di wilayah bagian barat Sungai Kalikuto, karena dia mengaku selama ini hidup di wilayah tersebut, selama ini merasakan betapa sulitnya akses jalan. Terutama di dalam pelaksanaan tugas pekerjaan. Kesulitan juga dirasakan oleh anak-anak yang sekolah, serta ketiadaan akses jalan yang memadai juga menjadi kendala dalam peningkatan perekonomian.

“Apalagi ketika musim hujan dan banjir, seperti yang pernah kita rasakan di tahun 1991. Kita tidak bisa apa-apa, bahkan perahu-perahu nelayan sampai masuk ke halaman-halaman rumah saat terjadi banjir. Kemarin juga bulan Februari 2021, masyarakat kami juga terisolir sampai empat hari empat malam, dan menjadi sejarah banjir terlama yang terjadi di Sungai Kalikuto sejak kami tinggal di Desa Gempolsewu,” ujar Charmadi.

Untuk itu, lanjutnya, pembangunan jembatan gantung akan mempercepat peningkatan ekonomi bagi masyarakat Desa Gempolsewu khususnya, dan mengakses masyarakat Kecamatan Rowosari pada umumnya. Sekaligus sebagai penghubung Kabupaten Kendal dan Batang.

“Atas nama masyarakat Desa Gempolsewu, kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Bupati, atas kegigihan beliau, pada tanggal 12 Juli 2023 yang sudah menyampaikan surat kepada pemerintah pusat, untuk penyediaan lahan, sekaligus permohonan pembangunan jembatan gantung,” lanjut Charmadi.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPR RI, Fadholi yang telah mengawal aspirasi dari masyarakat Desa Gempolsewu, terkait kebutuhan jembatan penyebrangan.

Selain itu juga kepada para pemilik lahan, terutama yang ada di sebelah barat Sungai Kalikuto. Karena menurutnya, untuk jalan dari jembatan yang wilayah timur tidak bersinggungan dengan warga, namun untuk yang sebelah barat ada lima lahan warga yang harus dibebaskan.

“Dan kami dari desa pun harus mengadakan pengadaan lahan. Itupun dibantu kelembagaan dan pemerintah desa support. Alhamdulillah tiada halangan suatu apapun. Sehingga, Alhamdulillah terlaksana untuk program pembangunan Jembatan Gantung Kalikuto di Desa Gempolsewu ini,” ungkap Charmadi.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dalam sambutannya juga mengungkapkan, dirinya teringat saat menjadi pembina upacara Hari Kemerdekaan RI tahun 2021 di Desa Gempolsewu, dimana pada saat itu banyak aspirasi dari masyarakat terkait sulitnya akses untuk menyeberang Sungai Kalikuto.

Dan hal itu menurutnya, menjadi konsen dari Pemkab Kendal, bagaimana bersama-sama dan berkolaborasi untuk bisa mewujudkan jembatan gantung yang diharapkan masyarakat.

“Sehingga kami ucapkan terima kasih kepada BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional), yang tentunya sudah bekerja keras, bersama-sama, berkolaborasi dalam proses daripada pembangunan jembatan gantung ini,” ungkap Bupati.

“Karena prosesnya sangat dinamis, banyak kesulitan di tengah perjalanan. Tapi kami perintahkan kepada kepala Dinas PU, bapak Sudaryanto, apapun yang harus kita lakukan untuk masyarakat, jadi bagaimanapun harus kita realisasikan pembangunan jembatan gantung. Karena kepentingannya untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Kendal juga mengucap syukur, groundbreaking sebagai awal dibangunnya pembangunan Jembatan Gantung berjalan dengan lancar. Dirinya juga berharap, prosesnya lancar dan selesai tepat waktu.

“Mari kita sama-sama kawal proses pembangunan Jembatan Gantung Gempolsewu ini. Dan saya titip pesan supaya bisa dirawat dan dijaga, karena jembatan ini peruntukannya untuk manusia dan motor. Hanya keadaan darurat ambulans bisa masuk,” ucapnya.

Sedangkan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Kasatker PJN) Wilayah III Jateng-DIY, Yanuar Dwi Putra menjelaskan, pembangunan jembatan gantung di atas Sungai Kalikuto sepanjang 80 meter dengan lebar empat meter.

Dirinya menyebut, pekerjaan jembatan gantung waktunya sangat mepet sekali, yaitu 90 hari kerja. Karena ditarget harus rampung pada 31 Desember 2023. Kemudian untuk anggaran pembangunan jembatan gantung tersebut murni dari APBN sebesar Rp 3,9 miliar.

“Untuk jarak dari permukaan sungai 5,36 meter, sehingga aman dilalui perahu atau kapal nelayan. Untuk kekuatan jembatan yang menggunakan kabel yang ultimatenya sudah sama untuk kendaraan mobil. Namun tidak diperuntukkan untuk itu,” jelas Yanuar. (HS-06)

 

Eks-Buruh Migran Cianjur Datangi Ganjar, Minta Perlindungan dan Pendampingan

Event Pameran Mesin Industri Machinex Bakal Hadirkan 500 Supplier