in

Cek Kebakaran Hutan, Kapolres Karanganyar ke Tawangmangu

Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy bersama rombongan memastikan kebakaran hutan di Gondosuli Tawangmangu telah padam. (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO KARANGANYAR – Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, memimpin rombongan untuk memastikan kebakaran hutan di Gondosuli Tawangmangu.

Dalam pengecekan itu, tim mengunjungi kawasan Bukit Ngembel, di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, tepatnya di petak 40 RPH Tlogo Dringo, BKPH Lawu Utara, KPH Surakarta.

Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, mengatakan kebakaran dapat diatasi pada Jumat (29/9/23) sore sekitar pukul 16.15 WIB.

Namun demikian pihaknya tetap berusaha memastikan api sudah benar-benar padam.

Kapolres juga menyampaikan pihaknya menyiagakan anggota Siaga Tanggap Bencana Personel Brimob berserta anggota Polres, Kodim, Perhutani, BPBD dan elemen relawan, sebagai  antisipasi adanya kebakaran susulan.

“Kita siapkan  anggota Siaga tanggap Bencana. Gabungan personil Brimob, anggota Polres, Kodim, Perhutani, BPBD dan elemen relawan sebagai  antisipasi adanya kebakaran susulan,” kata Kapolres, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Di samping itu kehadirannya ke lokasi merupakan upaya dari kasatwil dalam penanganan pertama dan tindak lanjut atas kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Hukum Polres Karanganyar.

“Yang mana sebelumnya telah dilakukan upaya pemadaman oleh tim gabungan secara manual di lokasi hutan yang terbakar,”  lanjutnya.

Diketahui lahan Perhutani yang terbakar berada di ketinggian 1.700 di atas permukaan laut.

Di kawasan tersebut memang banyak ranting dan dedaunan kering, sehingga sangat rawan terjadi kebakaran. Adapun luas lahan yang terbakar mencapai 10 hektare.

“Sedangkan untuk penyebab titik api masih dalam penyelidikan,” kata dia.

Sebelumnya, proses pemadaman kebakaran hutan di kawasan RPH Tlogodlingo Petak 40-1 dan 40-2  dilakukan secara manual, oleh pasukan gabungan TNI, Polri, sukarelawan penanggulangan bencana, dan masyarakat umum.

Mereka menggunakan alat seperti gepyok, sabit, cangkul. Cara memadamkan api dengan membuat ilaran agar api tidak merambat lebih jauh. Imbasnya sekitar 10 hektare (ha) hangus terbakar.

“Alhamdulillah dengan upaya keras tim gabungan api bisa padam pukul 16.15 WIB,” ucap Asper BKPH Lawu Utara KPH Surakarta, Sartono, Jumat (29/9).

Disebutkan juga lahan yang terbakar makin meluas. Di mana awalnya hanya 2,5 hektar kini bertambah mencapai 10 hektare. (HS-08)

Gelar FGD, Satgassus Polri hingga Pertamina Cegah Pengeboran Ilegal

4 Anggota KKB Tewas di Pegunungan Bintang, Polri Sita 2 Senjata Api