HALO KENDAL – Rizky Aritonang, Anggota DPRD Kendal mengaku kehilangan teman dekat sekaligus kerabatnya, Brigadir Polisi (Brigpol) Setyo Herlambang, yang meninggal dunia saat bertugas di Kalimantan Utara, Jumat (22/9/2023).
Hal tersebut ia sampaikan saat melayat ke rumah duka di Desa Sumberagung, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Sabtu (23/9/2023).
“Sehabis Jumatan posisi saya masih di Jakarta, menghadiri acara pernikahan anak dari salah satu anggota DPRD Kendal. Saya mendapat kabar dari bapak saya, kalau Mas Herlambang meninggal dunia. Kabarnya pertamanya simpang siur meninggal karena kecelakaan. Ya memang itu kabarnya, belum memastikan dan awal mendengarnya begitu,” terangnya.
Di mata Ganang, sapaan akrab Rizky Aritonang yang juga asli Weleri tersebut, almarhum merupakan pribadi yang sopan, loyal terhadap teman, dan hormat kepada orang tua.
“Sebagai kerabat, saya dekat dengan Mas Herlambang. Bahkan sebelum jadi polisi, ke mana-mana saya sering ditemani beliau, bahkan beliau yang nyetiri saya. Pribadinya sangat santun, dan hormat kepada orang tua. Itu yang membuat kedua orang tua saya juga menyayangi,” ungkapnya.
Dirinya juga menyebut, setiap pulang ke Weleri, almarhum selalu menyempatkan diri untuk main di rumah orang tuanya, yang ada di Desa Montongsari, Weleri.
Ganang juga menjelaskan, almarhum Brigpol Setyo Herlambang sudah menjadi polisi sejak tahun 2014. Almarhum merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, dan satu-satunya anak laki-laki.
“Terakhir Mas Herlambang kontak teleponan dengan saya kemarin tanggal 10 September. Beliau menyampaikan pengin pulang ke rumah. Yang sering Mas Lambang ceritakan ke saya itu dia berkeinginan sekali untuk pindah tugas di Jawa. Entah di Jawa Timur, di Jawa Tengah, maupun di Jawa Barat. Karena ingin dekat dengan keluarganya dan menjaga orang tuanya,” jelasnya.
Belum lagi, lanjut Ganang, istri almarhum Brigpol Setyo Herlambang, sekarang sedang hamil anak kedua dengan usia kehamilan delapan bulan. Dan istrinya mengaku pukul 11.00 almarhum sempat menelponnya.
“Istrinya dapat kabar juga. Mendengar dari ceritanya sih memang begitu. Mas Herlambang telepon jam 11.00 siang sebelum Jumatan dan sempat bertanya kepada istrinya dan tanggal berapa yang bagus untuk kelahiran anak mereka,” imbuhnya.(HS)