HALO SEMARANG – Musim kemarau yang panjang di Indonesia membuat jumlah titik panas (hotspot) meningkat. Pengaruh musim kemarau meningkat dan meluas termasuk ke wilayah Jawa Tengah. Akibatnya, ancaman kebakaran menjadi salah satu momok yang harus diwaspadai.
Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko mengimbau kepada semua pihak, termasuk pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan kekurangan air bersih.
Apalagi terbaru, kasus kebakaran juga terjadi di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Surakarta dan TPA Jatibarang, Kota Semarang. Bahkan TPA Jatibarang terjadi kebakaran dua kali, Senin (18/9/2023) dan Jumat (22/9/2022).
Khusus untuk kasus kebakaran TPA, terjadinya kebakaran bisa dikarenakan adanya gas metan yang lepas dari tumpukan sampah, yang kemungkinan terpapar panas atau percikan api sehingga menimbulkan kebakaran.
“Pengelola perlu melakukan pencegahan dengan melakukan penangkapan gas metan. Termasuk rutin melakukan pengukuran suhu pada tumpukan sampah,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan monitoring di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada musim kemarau panjang ini. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga bakal terus mensosialisasikan pencegahan dan penanganan kebakaran dini di TPA.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Jateng, Widi Hartanto mengatakan, jajaranya telah memberikan bimbingan teknis terkait upaya-upaya yang bisa di lakukan masyarakat dalam kebakaran di TPA.
Ia sudah meminta pengelola TPA terus melakukan patroli dan monitoring secara berkala. Apabila ada potensi api yang muncul agar bisa segera ditangani sejak langsung.
“TPA yang masih terbuka, tidak ada penutup tanahnya, agak potensi besar terbakar apabila tidak dilakukan pengawasan. Makanya pengelola TPA sering melakukan patroli, kalau ada titik api langsung dipadamkan. Kalau lebih dini diketahui,” ujar Widi dalam keterangan yang diterima, Rabu (20/9/2023).
“Termasuk mapping sumber air dari TPA, diperlukan apabila terjadi kebakaran. Saya kira perlu ada identifikasi sumbernya,” jelasnya.(Advetorial-HS)