HALO REMBANG – Event besar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN telah berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu. Forum internasional dengan Indonesia sebagai tuan rumah itu, ternyata juga menjadi momen spesial bagi batik tulis Lasem.
Dalam gala dinner di Hutan Kota Gelora Bung Karno, Jakarta, beberapa waktu lalu, belasan pemimpin negara yang menjadi anggota ASEAN, mengenakan baju batik tulis Lasem, yang merupakan produk karya Maranatha Ongs.
Para pemimpin ASEAN yang mengenakan batik tulis Lasem itu, antara lain Perdana Menteri Kamboja, Samdev Moha Borvor; Sultan Haji Hassanah Bolkiah dari Brunei Darussalam; Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao; dan Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh.
Selain mereka juga Perdana Menteri Singapura, HE Lee Hsien Loong; Presiden Philipina, Ferdinand L Marcos Jr; Presiden Republik Korea, Yoon Suk Yeol; Perdana Menteri Thailand, Sijasak Puangkhetkeow; serta Perdana Menteri China, Li Qiang.
Henri Setiawan, pemilik Maranatha Ongs, baru-baru ini mengatakan bangga batik tulis karyanya bersama para perajin, bisa dipakai para pemimpin negara-negara lain.
Hal itu membuatnya bersama sang istri Reni semakin semangat dalam berkarya.
Henri mengungkapkan pada 15 Juli 2023, ada tamu dari Sekretariat Negara, datang ke rumahnya yang berada di Desa Karangturi.
“Awalnya saya pikir bercanda, sampai akhirnya mereka membuktikan bahwa mereka dari Kementerian. Kemudian mereka menjelaskan niat mau membeli batik untuk KTT ASEAN,” kata dia, menirukan kata orang dari Kementrian Parekraf.
Henri menambahkan kedatangan orang dari Kementerian itu tak serta merta langsung memborong, tetapi mereka melakukan kurasi terlebih dahulu, mengingat batik pesisiran tak hanya dari Lasem.
“Mereka juga ke beberapa tempat, kan banyak batik pesisiran. Di Lasem juga ke beberapa tempat,” kata dia, seperti dirilis rembangkab.go.id.
Kedatangan baru mereka yang kedua memastikan untuk tamu KTT ASEAN memakai produk batik dari Maranatha Ons. Kepastian itu didapatnya pada tanggal 15 Agustus 2023.
“Kalau perasaan ya senenglah, karena dari beberapa tempat dan pesisir banyak pengrajin. Bangga juga bisa mewakili pengrajin Rembang, paling tidak puas dengan kabupaten dengan karya kita, apalagi dari kurasinnya langsung dari istana,” ungkapnya. (HS-08)