in

Aprilia Mendominasi, Bagnaia Alami Highside Crash

HALO SPORT – Duet pembalap tim Aprilia Racing, Aleix Espargaro dan Maverick Vinales, mendominasi MotoGP Catalan di Sirkuit de Barcelona, Minggu (3/9/2023).

Grand Prix (GP) Catalan harus dilakukan restart setelah terjadi kecelakaan yang membuat sejumlah pembalap terjatuh pada lap pertama.

Nasib apes juga dialami juara bertahan Francesco Bagnaia. Kampiun MotoGP 2022 itu mengalami highside crash pada lap pertama.

Saat tubuhnya terbanting di tanah dan pada posisi di tengah trek, kaki kanannya dilindas motor Brad Binder.

Pecco diangkut meninggalkan lintasan dengan ambulans. Pembalap asal Italia ini langsung mendapat perawatan di pusat kesehatan.

Cedara Pecco memang serius, dan dia diperkirakan harus beristirahat selama beberapa bulan.

Dalam restart, lomba hanya berlangsung 23 putaran. Espargaro dan Vinales finis pertama dan kedua, disusul Jorge Martin dari tim Prima Pramac Ducati.

Sementara itu, KTM mempertahankan Dani Pedrosa sebagai pembalap penguji di MotoGP.

Kinerja teruji dari The Little Spaniard membuat pabrikan asal Mattighofen, Austria, itu mantap untuk tetap menggunakan jasanya.

Pedrosa masih akan menjadi bagian dari skuad uji coba KTM yang saat ini memuat dua pembalap lain, yakni Jonas Folger dan Mika Kallio.

“Kami telah membuat progres yang bertahap, tetapi selalu positif dan pembalapnya makin dekat dengan posisi depan untuk mengambil beberapa hasil bagus,’’ ujar Pedrosa seperti dilansir dari Speedweek.

Pemenang 31 balapan MotoGP bersama Honda itu telah bergabung bersama KTM sejak menutup kiprahnya sebagai rider pada 2018.

Tinggi badan Pedrosa yang cuma 157 cm justru menyimpan kelebihan lain dalam hal sensitivas terhadap kinerja motor MotoGP yang bongsor, aspek penting dalam tugas pengujian.

Kepercayaan KTM dijawab Dani Pedrosa dengan menjadi bagian integral dalam lesatan pasukan oranye hingga diperhitungkan sebagai calon penantang gelar di MotoGP.

Setahun setelah Pedrosa menjadi test rider, KTM mencetak kemenangan perdana mereka di MotoGP.

Sejak itu mereka konsisten dalam menggondol podium teratas di setiap musimnya, meski musim ini pencapaian tertinggi baru hadir di sesi lomba sprint.

Direktur Motorsports KTM Pit Beirer menyatakan RC16 kini adalah salah satu motor tercepat di lintasan.

Saat memulai proyek balapan mereka di kelas para raja pada 2016, KTM menjadikan Honda sebagai referensi dalam pengembangan kuda besinya.

Namun, KTM juga luwes dalam menghadapi perubahan. Mereka berani mengubah kiblat ke Ducati yang gantian mendominasi berkat teknologi aerodinamika dan ride height device.

Dari teknisi senior, manajer tim, kepala kru, hingga pembalap dari Borgo Panigale diboyong ke garasi KTM dalam dua tahun terakhir.

Bersama Aprilia, KTM kini mampu menandingi kecepatan Ducati. Sementara Honda dan Yamaha kian tertinggal di trek.(HS)

Politisi Muda Gerindra Ini Dukung Kelestarian Kesenian Barongan di Kendal

PSIS Mulai Manjakan Suporter, Hospitality Stadion Jatidiri Dapat Pujian dari Pundit Sepak Bola