HALO KENDAL – Dalam rangka menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan dan angka fatalitas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, Polda Jawa Tengah dan jajarannya akan menggelar Operasi Zebra Candi 2023, tangga 4 – 17 September 2023.
Operasi Zebra Candi 2023 yang digelar selama dua pekan tersebut dengan mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif secara humanis, yang didukung penegakan hukum lantas secara elektronik (statis dan mobile) dan teguran simpatik dalam rangka meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
Kasatlantas Polres Kendal, AKP Afiditya Arief Wibowo mengatakan, untuk Polres Kendal dalam pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2023 lebih mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif.
“Jadi komposisinya 80 persen preemtif dan preventif, kemudian 20 persennya berupa penindakan,” ujar Kasat Lantas yang baru menjabat sepekan, saat ditemui halosemarang.i,d, di ruang kerjanya, Sabtu (2/9/2023).
AKP Afid menjelaskan, bentuk kegiatan preemtif dan preventif, yaitu dengan melaksanakan pendidikan masyarakat lalu lintas (Dikmas Lantas) dan menggelar penyuluhan di sekolah-sekolah dengan menggandeng Kasat Binmas (pembinaan masyarakat).
“Itu akan kami lakukan, karena angka kecelakaan setelah kami lakukan anev (analisa evaluasi) kebanyakan usia remaja dan usia dewasa. Kemudian kita juga sosialisasi ke pabrik-pabrik, ke driver-driver angkutan umum, juga driver truk-truk terkait disiplin dan tertib berlalu lintas,” bebernya.
AKP Afid mengungkapkan, selain itu pihaknya juga akan melaksanakan kegiatan edukasi, yang di dalamnya juga diisi dengan pemberian reward.
“Jadi kalau yang tertib berlalu lintas akan kita berikan hadiah sayuran kepada ibu-ibu, kemudian juga jajanan kepada anak-anak. Kalau yang tidak pakai helm atau tidak punya helm kami kasih helm. Tapi ya tidak semuanya, simbolis lah,” ungkap Kasat Lantas.
Selanjutnya, pihaknya juga akan memasang rambu-rambu “Awas Daerah Rawan Kecelakaan Lalu Lintas” di beberapa titik black spot area.
“Pemasangan rambu-rambu kan kewenangannya Dinas Perhubungan, namun selama ini dari satuan lalu lintas kan yang tau black spot kan kami. Jadi nanti akan kita buat papan yang kami cutting sticker reflektor ditulis Daerah Rawan Laka (kecelakaan lalu lintas). Setidaknya kita sudah memberikan pesan kepada masyarakat, kalau daerah itu rawan kecelakaan,” jelas AKP Afid.
Selain itu pihaknya juga akan memasang stiker spotlight di truk-truk besar yang melintas di jalan tol. Karena Kasat Lantas mengaku, saat melintas tol, banyak menemukan truk-truk besar dengan lampu alat petunjuk isyarat lalu lintas (Apil) yang minim.
Sementara terkait dengan kegiatan penindakan di Operasi Zebra Candi 2023, Kasat Lantas menegaskan, yang dilakukan pihaknya adalah pelanggaran kasat mata, yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang fatal.
“Contoh, pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm, melawan arus, ngeblong lampu merah atau traffic light kita lakukan penindakan,” tandas AKP Afid.
Pada kesempatan itu, Kasat Lantas menyebut, untuk jumlah pelanggaran lalu lintas di Kendal sampai dengan H-14 pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2023, yaitu ETLE sebanyak 943 pelanggaran, tilang sebanyak 315, teguran sebanyak 478 dan konfirmasi briva sebanyak 207.
“Sedangkan untuk jumlah angka kecelakaan di Kabupaten Kendal dalam kurun waktu dua pekan sebelum pelaksanaan Operasi Zebra Candi, sebanyak 17 kasus kecelakaan, dimana ada satu korban meninggal dunia,” pungkas AKP Afid. (HS-06)