HALO SRAGEN – Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi memang tidak menular.
Namun penyakit yang mendapat julukan si pembunuh senyap ini, telah menjadi masalah kesehatan bagi jutaan orang di seluruh dunia.
Menurut catatan Badan Kesehatan Dunia / World Health Organization (WHO) tahun 2011, yang dirilis Kemenkes RI, satu miliar orang di seluruh dunia menderita hipertensi.
Dari angka itu, dua pertiga di antaranya berada di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang.
Prevalensi hipertensi diperkirakan akan terus meningkat tajam, dan pada 2025 nanti sekitar 29 persen orang dewasa di seluruh dunia akan menderita hipertensi.
Hipertensi telah mengakibatkan kematian sekitar 8 juta orang setiap tahun 1,5 juta kematian terjadi di Asia Tenggara, yang sepertiga populasinya menderita hipertensi.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, yang berpraktIk setiap hari di RSUD dr Soeratno Gemolong, dokter Yusa Amin Nurhuda Sp JP, mengatakan saat ini masih banyak orang yang belum sadar, betapa pentingnya hidup sehat.
Mereka melakukan aktivitas sehari-hari yang padat, namun melakukan kebiasaan dan gaya hidup yang kurang sehat, sehingga bisa menimbulkan penyakit.
Dalam acara Promosi Kesehatan RSUD dr Soeratno Gemolong, di Gedung KPRI Kecamatan Pupuh, baru-baru ini, Yusa Amin Nurhuda, mengatakan masyarakat perlu menerapkan pola hidup sehat.
Namun ini memerlukan sebuah komitmen jangka panjang, agar mampu mendukung fungsi tubuh, sehingga berdampak baik bagi kesehatan.
“Sebelum kita sakit, diusahakan kita dapat mengubah gaya hidup kita menjadi pola hidup sehat. Lebih baik mencegah sebelum mengobati. Beberapa faktor seperti kebiasaan buruk menyebabkan penyakit kronis yang disebut penyakit tidak menular seperti hipertensi dan jantung,” kata dia, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Ia menguraikan beberapa pola hidup sehat yang bisa dijalani untuk mencegah penyakit hipertensi yaitu batasi asupan garam maksimal perhari satu sendok teh, jaga berat badan (harus ideal), perbanyak makanan yang tinggi serat seperti sayuran, dan buah-buahan, kurangi makanan yang berlemak seperti kulit ayam, mentega, dan jeroan.
Yang tidak kalah penting adalah beraktivitas fisik atau rajin berolahraga secara rutin sebanyak seminggu tiga sampai lima kali dalam sehari minimal selama 30 menit.
Dengan berolah raga akan mengurangi penumpukan lemak di dalam tubuh dan membuat tubuh lebih bugar.
Ia menambahkan penyakit hipertensi juga dapat meningkatkan resiko komplikasi penyakit yang lebih berat seperti penyakit jantung koroner, stroke dan diabetes.
“Salah satu faktor resiko hipertensi adalah usia tua lebih dari 50 tahun. Semakin tinggi usianya akan semakin tinggi prevalensinya. Sehingga hipertensi juga masih menjadi penyebab utama kematian dini,” katanya.
Untuk mencapai keberhasilan pencegahan hipertensi dan mengontrol kondisi hipertensi, dibutuhkan kedisiplinan dalam mengatur pola hidup sehat. (HS-08)