HALO SPORT – Peraturan konsesi menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk menyeimbangan level persaingan di MotoGP.
Pabrikan yang memenuhi kriteria ’’lemah’’ mendapatkan bantuan melalui penambahan jatah tes, alokasi mesin, hingga keleluasaan untuk memperbarui elemen motor saat kompetisi berjalan.
Hasilnya, pabrikan yang sebelumnya berkutat di papan tengah atau bawah seperti Ducati, Suzuki, KTM, dan Aprilia mampu meraih kemenangan.
Situasi saat ini justru berbalik ketika Yamaha dan Honda yang semula menjadi kekuatan utama malah amburadul.
Untuk mendapatkan status konsesi tidak mudah, yakni harus tidak pernah sekali pun finis tiga besar dalam semusim atau baru bergabung ke MotoGP.
Di antara Ducati, Suzuki, KTM, dan Aprilia, cuma Suzuki yang pernah menerima status konsesi lagi karena prestasi jeblok dalam semusim kompetisi.
Adapun Honda dan Yamaha sama-sama pernah finis tiga besar musim ini, kendati masing-masing hanya satu kali dari sembilan seri yang sudah berlangsung.
Harapan Dorna Sports untuk melonggarkan kriteria konsesi telah mendapatkan tentangan.
Padahal, diperlukan kesepakatan dari semua pihak untuk bisa menerapkannya.
Situasi semakin panas karena KTM disinyalir memanfaatkan keinginan Dorna ini untuk memaksakan rencana mereka menambah tim satelit.
Pabrikan dari Austria ini memerlukan slot ekstra untuk menampung prospek terbaik mereka, yaitu Pedro Acosta, tanpa menumbalkan susunan pembalap mereka saat ini yang masih terikat kontrak.
Permintaan KTM ditolak, dan satu slot kosong yang ditinggalkan Suzuki disimpan untuk pabrikan baru dan bukannya tim satelit baru.
Direktur Motorsport KTM Pit Beirer menyatakan pihaknya tak akan berhenti berjuang dan ini bukan semata-mata karena Acosta.
Memiliki tim satelit lebih banyak akan menguntungkan pabrikan dalam pengumpulan data dengan jatah tes yang makin dipangkas agar lebih banyak balapan.
Beirer menegaskan sikap KTM untuk menolak proposal tentang konsesi.
Dia mengingatkan bagaimana dalam beberapa musim terakhir Yamaha dan Honda masih bisa bersaing dan mencetak kemenangan.
’’Kami menemukan tidak ada pabrikan yang berada dalam situasi untuk membenarkan sebuah kebangkitan bagi mereka melalui regulasi konsesi yang baru,’’ tutur Beirer seperti dilansir dari Speedweek.
Konsesi tak diperlukan, termasuk dalam kasus Yamaha yang belum pernah memenangi balapan pada musim ini. (HS-06)