HALO PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi), meminta masyarakat Desa Panunggalan, Kecamatan Pengadegan untuk terus melestarikan budaya Jawa, salah satunya wayang kulit.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tiwi, pada pergelaran wayang kulit, dalam rangka Grebeg Desa Panunggalan 2023, di Balai Desa Panunggal, Kecamatan Pengadegan, baru-baru ini.
Bupati Tiwi mengapresiasi gelaran Grebeg Panunggalan, yang menurut dia berlangsung luar biasa.
Masyarakat pun antusias dengan acara yang telah berlangsung selama lima hari tersebut.
“Semoga acara ini membawa keberkahan untuk masyarakat Desa Panunggalan. Terima kasih kepada jajaran panitia yang sudah mempersiapkan,” kata Bupati Tiwi dalam sambutannya, seperti dirilis purbalinggakab.go.id.
Bupati berpesan agar kegiatan menguri-uri budaya terus dijaga. Tidak hanya itu, Bupati juga berharap agar tetap kompak dan menjaga kegotongroyongan.
“Matur nuwun atas keguyubrukunan panjenangan semua. Kekompakan ini harus terus dijaga seterusnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan tahun depan akan ada gelaran pesta demokrasi. Jangan sampai karena adanya perbedaan pilihan membuat masyarakat terpecah belah.
“Tetap jaga kebersamaan dan kerukunan, jangan sampai pesta politik membuat kita terkotak-kotak dan terpecah belah,” ungkap Bupati Tiwi.
Kepala Desa Panunggal Sugeng Aji Santoso menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati, dalam acara Pagelaran Wayang Kulit Ki Dalang Sugimin Sastro Yuwono dalam rangka Grebeg Panunggalan 2023.
Menurutnya, kehadiran Bupati memberikan semangat dan motivasi bagi warga Desa Panunggalan.
“Semoga Ibu Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Purbalingga selalu diberikan kesehatan, kebaikan dan kekuatan dalam mengemban amanah,” ungkapnya.
Pada acara tersebut, Bupati hadir didampingi suami, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabag Kesra, Camat dan jajaran Forkopimcam Pengadegan. Rangkaian acara Grebeg Panunggalan dimulai dari tanggal 18 sampai 23 Juli 2023. (HS-08)