in

Pasca-Pandemi, Genjot Potensi Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Heri Pudyatmoko.

HALO SEMARANG – Untuk menggenjot ekonomi di wilayah Jawa Tengah pasca-pandemi Covid-19, pemerintah daerah diharapkan bisa menggenjot sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Apalagi potensi ekonomi kreatif di berbagai daerah di Jateng sangat luar biasa, dan harus terus digali. Terlebih kontribusi sektor ekonomi kreatif dan pariwisata terhadap peningkatan lapangan pekerjaan sangat besar.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya pasca-pandemi ini. Pasalnya selama ini sektor tersebut kembali tumbuh dan bergeliat.

Berdasarkan laporan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, pada tahun 2022, sektor pariwisata, terutama dalam bidang penyedia akomodasi serta makan dan minum masuk dalam empat besar penyumbang pertumbuhan ekonomi di Jateng sebesar Rp 52,88 miliar.

“Capaian dari sektor pariwisata di tahun 2022 menurut saya sudah memuaskan. Di tahun 2022 lalu menyumbang Rp 52,88 miliar atau 16,99 persen dalam pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Tentu ini harus kita dorong, kita dukung bersama-sama supaya ke depannya capaiannya lebih besar lagi,” kata Heri.

Lebih lanjut, ia mendorong dinas terkait untuk mematangkan rencana strategis (Renstra) pada tahun 2024-2026 dengan tujuan meningkatnya perekonomian tangguh yang berdaya saing dan berkelanjutan. Menurut Heri, hal tersebut harus segera disiapkan melalui sejumlah program dan kegiatan.

Misalnya dimulai dengan mempromosikan pariwisata yang secara menarik, aksesibilitas yang mudah bagi wisatawan, menambah daya tarik dan desa wisata, atraksi yang lebih beragam. Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan dan SDM yang berkompeten juga perlu disiapkan.

“Sasarannya adalah kunjungan wisatawan meningkat, pengeluaran wisatawan meningkat, lama tinggal wisatawan meningkat, dan tingkat hunian kamar hotel juga meningkat. Dengan ini pertumbuhan PDRB sektor pariwisata, khususnya lapangan usaha, dan akomodasi dan makan minum juga turut naik,” kata Heri.

Selain itu, untuk sektor ekonomi kreatif, Heri Pudyatmoko mendorong agar Disporapar Jateng lebih mengakomodir pelaku ekonomi kreatif di sejumlah daerah yang potensial. Di Jateng, ada 15 Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) yang sudah melalui penilaian dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Disebutkannya, masing-masing daerah memiliki produk unggulannya. Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang, Kabupaten Rembang dengan kriya atau batik. Kota Semarang terkenal dengan fashion, serta Kabupaten Kebumen dengan produk berupa film animasi dan video.

Selanjutnya Kabupaten Wonosobo, Kota Magelang, Kota Salatiga, Kabupaten Grobogan terkenal dengan unggulan kuliner khas. Kota Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, memiliki seni pertunjukan. Dan juga Kabupaten Magelang yang memiliki sektor unggulan di bidang seni rupa.

Dengan masing-masing produk unggulan tersebut, Heri Londo, sapaan akrabnya, yakin bahwa ke depannya setiap kabupaten-kota dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat terus dikembangkan.

“Kabuaten/kota di Jawa Tengah diharapkan mampu mendorong pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif agar lebih inovatif, adaptif, dan kolaboratif dalam meningkatkan kinerja ekonomi kreatif demi memajukan kesejahteraan masyarakat. Sehingga target kita adalah dapat membuat perekonomian semakin tangguh yang berdaya saing dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Advetorial-HS)

Pemerintah Dorong Penyelesaian Isu-Isu Strategis agar IEU-CEPA Cepat Selesai

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Jumat (14/7/2023)