HALO PEKALONGAN – Kapolres Pekalongan AKBP Wahyu Rohadi, mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Pekalongan, untuk tertib dalam berlalu lintas.
Hal itu seiring dengan dimulainya operasi patuh candi 2023, Senin (10/7/2023) hingga 14 hari ke depan.
Menurut dia, tertib berlalu lintas seharusnya tidak hanya pada saat operasi, melainkan dalam keseharian.
“Jadi untuk tertib berlalu lintas tidak hanya pas operasi saja, namun sehari-hari harusnya tetap tertib. Karena apabila terjadi kecelakaan lalu lintas, pastinya didahului dengan adanya pelanggaran-pelanggaran,” kata dia, seperti dirilis tribratanews.pekalongan.jateng.polri.go.id.
Lanjutnya, AKBP Wahyu Rohadi menyampaikan bahwa operasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, dari keterangan Kasat Lantas AKP Fitriyanto, dalam operasi patuh candi 2023 ini tetap dilakukan penindakan-penindakan baik secara manual maupun melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik.
“Jadi dalam operasi kali ini, penindakan secara manual tetap dilakukan terhadap pelanggaran-pelanggaran yang kasat mata, namun bobotnya 20 persen. Jadi semuanya 80 persen akan dilakukan secara elektronik (ETLE) melalui kamera kopek dan kamera ETLE,” ujarnya.
AKP Fitriyanto menambahkan, penindakan secara manual (konvensional) ini terhadap pelanggaran-pelanggaran yang tidak bisa tercapture oleh kamera etle.
“Seperti balap liar, overload over dimensi, pelanggaran-pelanggaran layak jalan yang disebabkan oleh kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan,” imbuhnya.
Gelar Pasukan
Sebelumnya, dalam rangka Operasi Patuh Candi 2023, Senin (10/7/2023) di halaman Mapolres Pekalongan, digelar apel dipimpin Kapolres Pekalongan AKBP Wahyu Rohadi. Apel juga dihadiri sejumlah pejabat TNI, Polri, dan BUMN.
Membacakan amanat Kapolda Jawa Tengah, AKBP Wahyu Rohadi menyampaikan bahwa permasalahan di bidang lalu lintas telah berkembang dengan cepat dan dinamis.
Hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah populasi penduduk yang berimbas pada peningkatan jumlah kendaraan bermotor, sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ia mengatakan modernisasi perkembangan alat transportasi pada era digital, harus diikuti dengan inovasi dan kinerja Polri khususnya Polisi lalu lintas, sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisasi perkembangan transportasi tersebut.
“Salah satu yang menjadi fokus perhatian saat ini adalah keselamatan bagi pengguna jalan. Keselamatan memang sesuatu yang pertama dan utama dalam etika berlalu lintas. Dalam konteks ini, lalu lintas dapat dipahami sebagai urat nadi kehidupan, cermin budaya bangsa dan cermin tingkat modernitas,” tuturnya.
“Namun, kerap kali keselamatan berlalu lintas sering diabaikan, bahkan tidak dianggap penting. Kesadaran pengguna lalu lintas, baik pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor, dan pengguna jalan lainnya masih rendah. Masih ditemukan pengendara yang melawan arus lalu lintas, melanggar rambu, marka jalan, dan sebagainya,” tambah Kapolres.
AKBP Wahyu Rohadi menjelaskan, mulai tanggal 10 s.d 23 juli 2023 selama 14 hari, Kepolisian Negara Republik Indonesia secara serentak akan menggelar operasi patuh 2023. Dalam rangka cipta kondisi kamseltibcarlantas pasca pelaksanaan hari Bhayangkara tahun 2023.
“Operasi patuh candi 2023 dilaksanakan guna menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan lalu lintas dan angka fatalitas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas,” ungkap AKBP Wahyu Rohadi.
Operasi patuh candi 2023 akan mengedepankan giat edukatif dan persuasif serta humanis didukung penegakkan hukum lalu lintas menggunakan ETLE statis, mobile, dan hand held.
Berkaitan dengan pelaksanaan operasi patuh candi 2023, beberapa hal juga ditekankan oleh Kapolres Pekalongan, di antaranya mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan, dengan mempedomani standar operasional prosedur yang telah ditentukan.
“Kemudian, hindari tindakan yang kontraproduktif (pungli, arogan dan sewenang-wenang), penegakkan hukum yang humanis, tegas dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Laksanakan tugas operasi patuh dengan baik tanpa menimbulkan komplain dari masyarakat, dan jangan lupa untuk selalu berdoa,” tegasnya. (HS-08)