in

Jadi Sekolah Inklusi, SMAN 1 Batang Terbuka Terima Penyandang Disabilitas

 

HALO BATANG – Keterbatasan fisik tak membatasi Sanifatul Mukaromah, peserta didik baru (PDB), untuk mendapatkan haknya memperoleh pendidikan di SMA Negeri 1 Batang.

Meski menjadi penyandang disabilitas akibat penyakit polio yang pernah dideritanya saat masih balita, tak membuat dia kehilangan semangat untuk terus menuntut ilmu.

Sanifatul Mukaromah menuturkan, dia mendaftar ke SMA Negeri 1 Batang, lantaran diarahkan oleh guru-gurunya di SMP Negeri 6 Batang, tempat dia sebelumnya menuntut ilmu.

Selain itu dia mengaku juga memang ingin mendaftar ke SMA 1, yang merupakan sekolah inklusif.

“Dari dulu memang ingin daftar ke SMA 1, jadi sudah disiapkan semuanya. Termasuk mental supaya bisa menyesuaikan keadaan fisik dengan lingkungan sekolah,” kata dia, usai mengikuti proses pengecekan berkas pendaftaran, di ruang Sekretariat PPDB, SMA Negeri 1 Batang,  Kabupaten Batang, Rabu (5/7/2023).

Ia mengharapkan, sarana prasarana di sekolah itu bisa memudahkannya selama menjadi siswa.

“Saya tetap akan berusaha untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar, hanya saja kalau pelajaran olahraga, sekiranya tidak mampu akan meminta keringanan,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.

Sanifatul sebagai peserta didik berkebutuhan khusus, mengharapkan toleransi dijunjung tinggi, sama seperti saat dirinya mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan sebelumnya.

Sementara itu, Ketua panitia PPDB SMA Negeri 1 Batang Pralambang menyampaikan, pihak sekolah dengan tangan terbuka menerima Sanifatul Mukaromah sebagai siswa baru.

“Karena termasuk kelompok inklusi, maka sarana prasarana juga disiapkan untuk memudahkan akses selama menempuh pendidikan di sini. Yang pasti ruang kelasnya tidak di lantai dua, jadi siswi tidak perlu naik tangga,” tegasnya.

Ia mengharapkan, baik siswa berkebutuhan khusus dan yang memiliki kondisi fisik normal, keduanya memiliki visi misi yang sama, yaitu ingin maju menggapai cita-citanya, tanpa membeda-bedakan.

“Jumlah kuota PDB sebanyak 324, yakni 323 ditambah satu siswi inklusi,” ujar dia. (HS-08)

Bank Indonesia Tegal Dorong Transformasi Digital

Satu Orang Diamankan Terkait Pria Meninggal Dibacok di Kampung Karaoke Gambilangu Semarang