HALO SPORT – General Manager (GM) Ducati Gigi Dall’Igna membeberkan sukses timnya pada MotoGP 2022 dan dominasi mereka di musim ini.
Salah satu kuncinya adalah melibatkan semua pembalap dalam pengembangan motor.
Ketika pabrikan Italia itu terus menjulang tinggi, dua pabrikan Jepang, Honda dan Yamaha, justru semakin terpuruk.
Grand Prix(GP) Jerman, 18 Juni lalu, kian menunjukkan betapa lemahnya Honda dan Yamaha di antara para penunggang Desmosedici GP Ducati.
Lima pembalap Ducati baik dari tim satelit maupun pabrikan kompak memenuhi peringkat pertama hingga kelima pada hasil akhir balapan utama di Sirkuit Sachsenring.
Dall’Igna mengaku sangat bahagia dan bangga dengan pencapaian tim yang mulai ditanganinya sejak 2014 akhir itu.
’’Saat ini kami benar-benar mendominasi,’’ ujar Gigi seperti dikutip dari GPOne.
Dall’Igna menegaskan akar permasalahan dari runtuhnya dominasi Honda dan Yamaha adalah karena kesalahan mereka sendiri.
Dua pabrikan Jepang itu terlalu mendewakan satu pembalap top.
Sementara feedback pembalap lain yang mungkin dirasa kurang kompetitif tidak didengarkan.
’’Kesalahan strategi mereka adalah hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh satu pembalap. Terlalu mendasarkan pengembangan motor mereka pada hasil dan sensasi pembalap protagonist. Yamaha terlalu mengandalkan Fabio Quartararo, sedangkan hanya bertumpu pada Marc Marquez,’’ jelas pria asal Italia ini.
Insinyur cerdas berusia 56 itu menambahkan dalam melakukan riset dan pengembangan motor, seharusnya feedback dari semua pembalap harus didengarkan dan baru diambil kesimpulan.
’’Untuk mengembangkan proyek dengan baik, seharusnya Anda mendengarkan semua suara, semua pembalap,’’ tandasnya.
Honda dan Yamaha saat ini terdampar di dasar klasemen.
Mereka menempati dua peringkat terbawah klasemen konstruktor MotoGP 2023, dengan Yamaha menjadi juru kunci. (H-06)