HALO SEMARANG – Kasus beberapa remaja yang masih di bawah umur yang nekat membobol pintu dan berusaha masuk ke lingkungan SD Tambakrejo 01, Kota Semarang ditanggapi oleh Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang.
Menurut anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Umi Sirotud Diniyah, adanya kasus yang melibatkan remaja yang nekat membobol sekolah bisa dijadikan pembelajaran bagi semua pihak untuk menjaga lingkungannya.
“Ini menjadi kewajiban kita untuk terus memberikan penanaman pendidikan budi pekerti yang baik, dan mengawasi aktivitas pergaulan sehari-hari anak-anak di lingkungan sekitar. Namun, di kasus ini kita juga harus melihat latar belakang anak remaja yang melakukan perbuatan tersebut, karena motifnya ternyata cari makanan di kantin sekolah, kenapa mereka sampai melakukan hal itu,” terangnya, Kamis (15/6/2023).
Oleh karena itu, lanjut dia, perlu diberikan contoh yang baik untuk anak-anak, karena mereka mudah sekali mencontoh atau meniru orang yang ada di sekitarnya sehingga ikut tergiur melakukan hal itu.
“Jadi kita harus berikan contoh teladan nilai-nilai budi pekerti yang baik, dan itu adalah kewajiban bagi seluruh elemen mulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat. Dan ke depannya anak remaja ini masih bisa dididik kembali agar tidak mengulangi perbuatannya,” imbuhnya.
Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menyatakan, terkait penyelesaian dilakukan pembinaan dari pihak kepolisian dan sekolah dinilai sudah tepat, yaitu dalam upaya untuk mendamaikan dua belah pihak. “Diharapkan anak remaja tersebut nantinya bisa menyesali perbuatannya dan tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain lagi,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, dua remaja di Semarang telah diamankan oleh Polsek Gayamsari pada Rabu (14/6/2023) dinihari, karena membobol pintu dan menyelinap masuk di lingkungan sekolah. Namun dari laporan sekolah, atas kejadian itu tidak ada barang yang hilang. Hanya ruang guru dan barang -barang dibuat berantakan.
Kejadian pembobolan di sekolah dasar (SD) N 1 Tambakrejo ini berlangsung pada Senin (12/6/2023) sekira pukul 01.00 WIB. Aksi remaja itu memang unik karena terlihat hanya memakai celana dalam yang terekam CCTV milik sekolah. Setelah diselidiki, diamankan dua orang pelaku yang masih remaja.
Saat ini dua remaja ini dilakukan pembinaan oleh kepolisian, dan diminta agar meminta maaf kepada pihak sekolah dan orang tuanya. Tujuannya agar tidak mengulangi perbuatan lagi.(HS)