HALO KENDAL – Terkait pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Darupono Kaliwungu Selatan, Sekda Kendal, Sugiono menegaskan Pemkab Kendal maksimal hanya mampu menangani 30 persen sampah yang ada di Kendal. Hal tersebut ditegaskan Sekda kepada awak media, Kamis (15/6/2023), terkait pengelolaan sampah di Kendal, yang saat ini dinilai sudah darurat sampah.
“Teorinya begini, pemerintah hanya mampu mengelola sampah 30 persen. Nah selebihnya termasuk sampah rumah tangga, sampah industri, sampah perkantoran dan lain sebagainya, itu dikelola sendiri-sendiri, dipilah-pilah, antara sampah organik dan non-organik,” tandasnya.
Sugiono menjelaskan, untuk pengelolaan sampah seharusnya sudah selesai atau dipilah di masing-masing pembuatnya, bukan semua asal ditampung kemudian diangkut ke TPA.
“Saya contohkan, kalau sampah organik bisa dibuat kompos, masing-masing rumahan, perkantoran maupun industri sudah memilahnya. Kalau untuk sampah plastik bisa dikirim ke pabrik pengelolaan sampah plastik yang diresmikan kemarin. Jadi intinya sampah sudah dipilah sendiri. Kalau semua asal diangkut ya sampai buat TPA baru lagi pun nggak akan mampu,” jelasnya.
Hal tersebut, lanjut Sugiono, juga bisa berdampak kepada terjadinya kebakaran sampah seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Karena dengan penumpukan sampah yang asal ada, kemungkinan terdapat gas metana yang mudah terbakar saat kemarau.
“Ya seperti kebakaran kemarin, yang saya ketahui Senin (12/6/2023) atau Selasa (13/6/2023), lha tadi malam, Rabu (14/6/2023) saya memantau dan perintahkan untuk segera ditangani. Kita keroyok supaya selesai,” ungkapnya.
Untuk itu, lanjut Sugiono, pihaknya akan mengerahkan alat berat supaya sampah tidak menggunung, dibuat dengan bentuk terasiring, yang di sekelilingnya dibuat seperti jalan.
“Jadi kita akan kerahkan alat berat, karena gunungan sampah ada gas metananya, yang sewaktu-waktu bisa keluar dan terbakar apabila kena panas. Nanti kita buat terasiring jadi gunung sampah kita lingkari kayak jalan gitu,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kendal, Aris Irwanto mengatakan, solusi permasalahan sampah di Kendal membutuhkan kesadaran masyarakat untuk mengolah sampah di daerahnya masing-masing, dan bukan hanya mengandalkan TPA.
Karena diperkirakan di tahun 2024, TPA Darupono sudah tidak mampu lagi menampung sampah dari seluruh Kendal.
“Saya tidak setuju kalau pengadaan tanah untuk TPA lagi. Solusinya harus ada gerakan mental dari diri kita untuk memilah atau mengolah sampah,” ujar Aris.
“Kami juga akan mendorong pengelola TPS desa maupun kawasan untuk lebih optimal lagi dalam pengelolaan sampah. Bahkan bila perlu sampah-sampah ini tuntas di sana tidak sampai masuk ke TPA,” imbuhnya.(HS)