HALO SEMARANG – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar edukasi tentang budaya lokal dan bahaya sampah untuk lingkungan alam ke anak TPQ Al-Huda. Kegiatan ini juga dilakukan menggandeng sejumlah komunitas pecinta alam dengan mengusung tema Local Fun Day.
Koordinator Local Fun Day, Agrota Shoit mengatakan, program ini didasarkan pada sebuah kenyataan bahwa semakin hari kesadaran terhadap lingkungan mulai berkurang, terutama terkait dengan sampah-sampah anorganik yang sulit terurai. Dari keresahan itulah, mahasiswa PPG Prajabatan membuat ide kreatif dengan membuat ruang bagi anak-anak TPQ Al-Huda, Kedungmundu, Kecamatan Tembalang agar bisa mengekspresikan hal-hal positif melalui kegiatan-kegiatan yang bertajuk melestasikan lingkungan dan budaya lokal.
Dirinya menjelaskan, ada dua kegiatan yang dilaksanakan yaitu Happy Craft dan Local Game. Melalui Happy Craft, anak-anak akan belajar bagaimana membuat kerajinan dari barang bekas yang bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat. Sementara Local Game, anak-anak akan diperkenalkan beberapa permainan tradisional yang mulai memudar dan mencoba untuk memainkan bersama-sama.
“Melalui kegiatan Local Fun Day ini, kita ingin memberikan sebuah ruang bagi anak-anak untuk bisa mengekpresikan dirinya dengan hal-hal yang bermanfaat, daripada hanya berdiam diri dengan gadget mereka. Selain itu melalui kegiatan sederhana ini kami berharap adik-adik di TPQ Al Huda, Kedungmundu, dapat tumbuh kreativitas dan tumbuhnya karakter-karakter baik melalui permainan tradisional,” ujarnya seperti keterangan yang diterima, Sabtu (10/6/2023).
“Kegiatan ini dirancang dengan harapan bisa menumbuhkan kreatiivtas adik-adik TPQ AL-Huda dan memiliki rasa cinta terhadap lingkungan, sehingga bisa menjaga lingkungan sekitar. Selain itu memberikan pengalaman yang berharga dan nyata bagi adik-adik”, lanjutnya.
Kegiatan edukasi budaya ini bertujuan untuk menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai memudar di kehidupan sehari-hari anak-anak.
“Besar harapan kami, dengan kita memperkenalkan permainan tradisional ini bisa menjadi langkah sederhana untuk melestrasikan budaya dan menanamkan karakter baik pada adik-adik TPQ Al Huda”, jelasnya.
Sementara itu, Ketua TPQ Al-Huda, Kedungmundu, Tembalang, Istikah mengucapkan apresiasi atas pelaksanaan program edukasi yang dilakukan mahasiswa PPG Upgris. Dirinya berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan agar anak-anak muda bisa mendapatkan edukasi terkait budaya lokal dan bahaya sampah.
“Saya sangat senang sekali, teman-teman mahasiswa PPG Prajabatan Upgris mau mengadakan kegiatan di tempat kami. Kegiatan ini memberikan warna baru bagi anak-anak, terutama terkait dengan nilai cinta lingkungan dan mencintau budaya lokal. Dua hal ini sangat penting diberikan kepada anak-anak sebagai bekal bagi mereka nanti dan sebagai pengalaman belajar yang sangat berharga,” imbuhnya. (HS-06)