in

Seminar Pengawasan Desa di Jepara, Ini Dia Indikator Kades Gagal

Seminar pengawasan Desa, yang diselenggarakan Pemkab Jepara dan BPKP Provinsi Jawa Tengah, di Ono Joglo, Bandengan, Selasa (6/6/2023) (Foto : jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Sekretaris Daerah Jepara, Edy Sujatmiko menyampaikan sejumlah indikator keberhasilan kepala desa, dalam melaksanakan pemerintahannya, antara lain peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Jepara, Edy Sujatmiko, dalam seminar pengawasan Desa, di Ono Joglo, Bandengan, Selasa (6/6/2023).

Seminar digelar oleh Pemerintah Kabupaten Jepara dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Tengah, dalam rangka peningkatan evaluasi atas pengelolaan dana desa dan mencegah korupsi di Pemerintahan Desa.

Lebih lanjut Edy Sujatmiko mengatakan kucuran Dana Desa yang tidak sedikit jumlahnya, harus dapat mengurangi angka kemiskinan, pengangguran, dan rasio atau koefiesien gini, serta meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara signifikan.

“Kalau saat kepala desa menjabat, angka kemiskinan kemudian pengangguran dan rasio gini tidak turun lalu IPM tidak naik, berarti anda gagal jadi kepala desa,” kata Edy.

Selain itu keterlibatan BPKP dalam proses audit Dana Desa, sangat diperlukan terutama menyangkut anggaran desa, merupakan salah satu masalah mendasar.

“Permasalahan ini lahir karena pengelolaan anggaran yang besar namun implementasinya di level desa tidak diiringi prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dalam tata kelola politik, pembangunan, dan keuangan desa,” kata Edy, seperti dirilis jepara.go.id.

Edy Sujatmiko menjelaskan, sesuai amanat UUD 1945, terdapat tiga unsur dalam pengelolaan keuangan negara yang termasuk juga dana desa.

Pertama adalah transparansi atau keterbukaan, kedua adalah akuntabilitas atau pertanggungjawaban dan yang ketiga adalah kemakmuran rakyat.

Ia berharap, dengan diadakan seminar ini maka tidak ada penyimpangan atau temuan administrasi dimana desa tersebut belum bisa mengelola administrasi dengan baik, mulai dari data pendukung, kuitansi hingga pembukuan yang masih belum tertib.

Dalam laporannya, Inspektur Kabupaten Jepara, Akhmad Junaidi mengatakan Seminar Pengawasan Desa bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai, bahwa pengelolaan Dana Desa telah dilakukan sesuai ketentuan yang ada.

Hal itu terkait dengan ketepatan lokasi pelaksanaan pemanfaatan dana desa, ketepatan syarat, ketepatan penyaluran, ketepatan jumlah, dan ketepatan penggunaan.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan Desa yang baik (good governance) dan penyelenggaraan organisasi sektor publik yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sesuai harapan masyarakat,” kata Junaidi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko, Inspektur Kabupaten Jepara Ahmad Junaidi, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Korwas Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah Ipung Heswara, perwakilan perangkat daerah, Camat serta Petinggi Se-Kabupaten Jepara.(HS-08)

Dibuka Pendaftaran Program Dual Master’s Degree UIII dan The Universitas of Edinburgh

Pj Bupati Lepas Kontingen Pramuka Ketingkat Nasional Dan Dunia