in

Segera Bangun Rumah Sakit, PCNU Kendal dapat Hibah Rp 8 Miliar

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab), dan Pelantikan Lembaga PCNU Kabupaten Kendal, Minggu (21/5/2023).

HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal akan memberikan bantuan dana hibah untuk pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kendal sebesar Rp 4 miliar – Rp 8 miliar.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kendal, Dico M Ganinduto saat memberikan sambutan di hadapan pengurus PCNU dan Lembaga yang dilantik, dalam acara Halal Bihalal, Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab), dan Pelantikan Lembaga PCNU Kabupaten Kendal, Minggu (21/5/2023).

Dico menjawab sambutan yang disampaikan Ketua PCNU Kendal, KH Mustamsikin, yang sambil berkelakar menyebut Pemkab Kendal akan memberikan bantuan sebesar Rp 18 miliar.

“Saya sudah diserang kanan kiri depan belakang sama pak kiai tadi terkait dengan RSNU. Jadi ketika pak Kiai Mustamsikin itu terpilih menjadi Ketua Tanfidziyah, pak kiai berdiskusi dengan saya, hadir juga pak Sekda dan beberapa pengurus untuk diskusi terkait RSNU. Pak Kiai Mustamsikin bercerita bahwa ini program harus dijalankan dan harus diselesaikan,” ujarnya mengawali jawaban.

Menurut Dico, waktu itu kepada Mustamsikin, dirinya menyampaikan nawaitu, dan ditegaskan niatnya bukan untuk menjadikan RSNU, tapi untuk memastikan bahwa bangunan yang akan dibangun benar-benar bisa memberikan kemandirian kepada PCNU yang ada di Kendal.

“Karena saya tanya, pak kiai, saya kasih nih, misalkan pak kiai kemarin mengusulkan Rp 2 miliar, saya kasih Rp 2 miliar bangunannya jadi. Nanti peralatannya gimana, dokternya gimana, operasionalnya gimana dan manajemennya gimana,” terangnya.

“Nah disinilah akhirnya kita berdiskusi panjang lebar, saya dengan Kiai Mustamsikin akhirnya kita sepakat, bahwa pemerintah nanti pak Sekda, saya secara pribadi akan mengawal memastikan bahwa tujuan daripada pembangunan RSNU itu adalah bagaimana memberikan manfaat untuk seluruh warga NU yang ada di Kabupaten Kendal dan juga bisa memberikan kontribusi terhadap kemandirian PCNU yang ada di Kabupaten Kendal,” beber Dico.

Kemudian, lanjut Bupati, pada kesempatan tersebut, dirinya juga menyampaikan kepada Mustamsikin, jika tanah yang akan dibangun RSNU letaknya strategis. Jadi supaya bisa dibangun untuk pertumbuhan ekonomi, misal bisa dibangun halal mal dan sebagainya.

“Maka dari itu, saya bilang pak Kiai Mustamsikin kemarin, berapa mengajukan untuk hibahnya, katanya Rp 2 miliar, bangunannya berapa meter, sekian, tanahnya berapa, sekian. Sudah minimal saya kali dua lah gitu, nanti kalau Rp 4 miliar sampai Rp 8 miliar Insya-Allah kita siapkan untuk hibah kepada PCNU,” ungkapnya.

“Jadi Insya-Allah ini akan segera kita berikan. Saya sudah meminta pak Sekda dan ngomong di depan pak Sekda. Jadi kalau ini banyak enggak turun berarti salahnya pak Sekda, kalau hibahnya turun berarti karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” imbuh Dico, disambut amin para tamu yang hadir.

Sebelumnya, Ketua PCNU Kendal, KH Mustamsikin dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sudah membentuk panitia pembangunan rumah sakit yang diketuai Sekda Kendal, Sugiono.

“Alhamdulillah nanti akan disampaikan secara pribadi oleh Bupati Kendal. Setahu saya, bahwa NU, bahwa rumah sakit Nahdlatul Ulama Kabupaten Kendal untuk tahun ini akan mendapatkan sumbangan hibah sebesar Rp 15 miliar. Penjelasannya nanti pak Bupati. Kalau sampai kurang saya malu dengan warga NU pak Bupati,” ujarnya.

Mustamsikin pun mengaku, dirinya pernah dikomplain oleh salah satu badan otonom, yang menurutnya menirukan perkataan dari Bupati Kendal.

“Pak Mustamsikin minta dana kepada saya Rp 2 miliar, tapi saya kasih Rp 8 miliar,” ungkapnya.

“Kemudian, saya didatangi dan ditanya, kenapa mengajukan Rp 2 miliar tapi malah bisa dapat Rp 8 miliar. Menurutnya itu keliru, pak bupati ingin menyebutkan Rp 18 miliar. Bener ini, bener ini,” imbuh Mustamsikin, disambut tawa oleh Bupati dan tamu yang hadir.

Mustamsikin juga mengaku, sering menyampaikan kepada Bupati Kendal, warga Kendal itu 95 persen penduduknya adalah beragama Islam.

Dari 95 persen tersebut, kira-kira antara 80-85 persen ini adalah Nahdlatul Ulama.

“Mohon maaf ini ada dari Muhammadiyah juga, karena kita punya sensus juga. Jadi warga NU itu ada berapa to? Nah, maka sudah selayaknya kalau kita itu yang dulu, nuwun sewu pak Bupati, kita sering dibilang, ini kok NU itu kok bolak-balik jolak jaluk wae, itu kami tidak minta, tapi kami itu menuntut hak kami. Tapi saya yakin tanpa dituntut pun Pak Bupati mesti tahu diri lah,” tandasnya. (HS-06).

 

Pemprov Jateng Berhasil Pertahankan Opini WTP 12 Kali Berturut-turut

Mbak Tunjung Bersama Warga Tanam 150 Bibit Pohon dan Bersih-bersih Bantaran Sungai Kaligarang