HALO KENDAL – Adanya unggahan di media sosial, tentang dugaan kasus perundungan atau bullying yang menimpa salah satu siswa di MI Caruban, Kecamatan Ringinarum, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, memanggil beberapa pihak untuk koordinasi dan klarifikasi, Jumat (2/9/2022).
Dalam surat resmi, Kadisdikbud Kendal mengundang Kepala Kemenag Kendal, Pengawas MI Ringinarum, Kepala MI Caruban, Korwilcam Pendidikan Ringinarum dan Pengawas SD Ringinarum, serta pihak Baznas Kendal untuk dilakukan koordinasi dan klarifikasi di Kantor Disdikbud Kendal, Jumat (2/9/2022).
Usai pertemuan, kepada awak media, Wahyu menjelaskan, dari hasil koordinasi dan klarifikasi dengan berbagai pihak, tidak ada kejadian perundungan atau bullying seperti yang ramai diperbincangkan masyarakat dan di media sosial.
Diungkapkan, pihaknya menerima informasi pada Rabu (31/8/2022), kemudian pada Kamis (1/9/2022) ditindaklanjuti dengan menugaskan Korwilcam Ringinarum untuk menggali informasi dan koordinasi dengan semua pihak.
Untuk itulah, pihaknya langsung menanggapi dengan melakukan koordinasi dan klarifikasi dengan berbagai pihak. Dan dari hasil pertemuan tersebut, tidak ditemukan adanya kejadian perundungan atau bullying.
“Kami mendapat informasi hari ini, bahwa tidak benar kejadian perundungan terhadap ananda inisial A, siswa kelas 2 di MI Caruban. Kemudian hasil tabayyun dengan orang tua ananda A, bahwa si anak selama ini merasa enjoy dan tidak ada kendala dalam mengikuti pembelajaran di sekolah,” terang Wahyu.
“Dan hari ini kami akan membuat laporan kepada Bupati dengan tembusan antara lain Ketua TP PKK Kendal, bahwa di MI Caruban tidak ada masalah, beserta saya meminta data dukung dari orangtua berupa surat keterangan,” imbuhnya.
Kemudian, lanjut Wahyu, terkait adanya bekas luka di pelipis kanan ananda A, kejadiannya tidak di lingkungan sekolah MI Caruban. Bahkan orang tua mengaku kaget dengan adanya pengaduan yang dimaksud.
“Jadi kesimpulannya, pengadu adalah keluarga yang tidak berdomisili di Kabupaten Kendal,” lanjutnya.
Namun menurut Wahyu, dengan adanya kejadian ini menjadi momentum, akan tanggap cepat dalam menindaklanjuti adanya suatu permasalahan. Salah satunya dengan adanya informasi terkait bullying atau perundungan di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Kendal.
Sementara terkait dengan rencana pemberian tangan palsu kepada ananda A, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Baznas Kendal. Apakah memungkinkan, untuk bantuan tangan palsu kepada anak tersebut.
“Informasi sementara tadi pagi dari orang tua si anak tersebut, bahwa ananda A belum sreg dengan tangan palsu. Kalau orang tuanya sih oke-oke saja. Jadi selama anak ini oke, kami akan tindak lanjuti dengan menggandeng Baznas,” pungkas Wahyu. (HS-06)