HALO SEMARANG – Sebanyak 31 penghulu dan penyuluh agama Islam di Kabupaten Cianjur, siap mendampingi penyintas gempa di wilayah itu.
Hal ini disampaikan Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam, Agus Suryo Suripto, di Cianjur, Jawa Barat.
Pendampingan trauma healing bagi penyintas, rencananya mulai dilaksanakan Senin (28/11/2022).
“Hingga saat ini, tim Bimas Islam masih fokus melaksanakan mapping dan membantu distribusi bantuan darurat bekerja sama dengan Baznas dan lembaga terkait lainnya. Jadi, pendampingan trauma healing akan kita mulai pekan depan,” ungkap Suryo, baru-baru ini seperti dirilis kemenag.go.id.
Sebelum menjalankan tugas, para penghulu dan penyuluh agama Islam itu sudah memperoleh pembekalan.
Mereka memperoleh pengetahuan tentang trauma healing dari psikolog, Sugeng Widodo dan Nurmey Nurulchaq.
Suryo berharap dengan pembekalan ini, para penghulu dan penyuluh agama dapat optimal dalam memberikan pendampingan bagi penyintas gempa Cianjur.
“Ini bukan pekerjaan yang mudah, tapi saya yakin ini perkerjaan yang mulia. Bapak dan ibu akan memberikan trauma healing kepada para penyintas, padahal pada waktu yang sama, bapak dan ibu semuanya adalah penyintas,” ungkap Suryo.
Hadir mendampingi Suryo, Kasi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Cianjur, Hamdan.
Suryo menegaskan, pelibatan penghulu dan penyuluh Agama Islam diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi psikologis masyarakat. Pasalnya, keduanya merupakan pihak yang dekat dengan masyarakat.
“Selain merasakan situasi dan perasaan yang sama, bapak dan ibu juga memahami lokasi dan karakter masyarakat secara baik. Insyaallah masyarakat akan mudah menerima materi yang disampaikan dan membantu mereka lepas dari kesedihan serta trauma,” kata dia.
Kabupaten Cianjur dilanda gempa dengan magnitudo 5,6 pada Selasa, 22 November 2022.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut gempa yang terjadi mengakibatkan ratusan korban jiwa dan ribuan orang luka-luka.
Selain itu, gempa juga dilaporkan mengakibatkan puluhan ribu rumah rusak total. (HS-08)