
HALO SEMARANG – Untuk mecegah maraknya “manusia karung” dan pengamen jalanan jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Satpol PP Kota Semarang menggelar razia pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) di beberapa penjuru Kota Semarang, Selasa (19/5/2020) sore.
Istilah manusia karung digunakan untuk menyebut pengemis dadakan yang akhir-akhir ini banyak terlihat di pinggir jalan Kota Semarang.
Mereka memang sengaja membawa karung untuk menarik simpatik pengguna jalan yang akan memberi sedekah atau akan memberikan pembagian sembako gratis.
Dari penyisiran mulai dari traffic light Jrakah, Kalibanteng, Karangayu, Simpanglima, Jalan Pandanaran dan sekitar Masjid Diponegoro, Satpol PP Kota Semarang berhasil mengamankan 31 orang yang terdiri dari “manusia karung”, pengamen, dan anak jalanan.
Mereka yang tertangkap diamankan di Kantor Satpol PP Kota Semarang untuk mendapatkan pengarahan dan pembinaan. Selain itu diberikan sosialisasi mengenai pencegahan penularan Covid-19 dan bahaya wabah tersebut.
“Mereka yang diamankan kami beri arahan dan pembinaan supaya tidak kembali lagi turun ke jalan untuk meminta-minta. Selain itu kami beri arahan juga soal bahaya virus corona,” terang Kasat Pol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto usai razia.
Untuk memastikan mereka tidak turun lagi ke jalan, satu persatu PGOT dan manusia karung yang diamankan didata, termasuk menyita KTP untuk pendataan.
“Jika kemudian hari kami dapati mereka turun lagi ke jalan, akan langsung kamj kirim mereka ke Solo,” tambah Fajar.
Lebih jauh Fajar mengatakan, operasi PGOT akan terus dilakukan hingga Lebaran nanti. Karena jelang Lebaran biasanya banyak pengemis dan pengamen dadakan yang masuk ke Kota Semarang. Disinyalir mereka datang dari wilayah lain untuk mencari penghasilan melalui mengemis.
“Jelang Lebaran biasanya banyak pengemis dan pengamen dadakan. Maka kami akan lakukan penyisiran setiap harinya, apalagi di tengah wabah Covid-19 ini,” tambah Fajar.(HS)