“Festival durian ini kita selenggarakan selama dua hari, dan harapannya dapat menunjukkan bahwa Kendal memiliki durian khas asli Kendal yang berkualitas, yang tidak kalah dengan daerah lain,” ujarnya.
Syahrul menambahkan, kegiatan “Festival Durian 2025” bertujuan menarik minat wisatawan selama musim durian yang berlangsung hingga Februari tahun depan.
“Melalui festival durian ini kami berupaya menarik minat para wisatawan, supaya berbondong-bondong datang ke Kabupaten Kendal, dan menikmati keindahan berbagai pariwisata yang ada di Kendal,” harapnya.
Sementara Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, durian merupakan salah satu komoditas unggulan pertanian Kendal yang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dirinya juga menekankan pentingnya festival ini sebagai ajang untuk memperkuat kebanggaan terhadap produk lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan perajin.
“Melalui pameran ini, kita ingin menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap produk lokal, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi para perajin dan pelaku UMKM. Sementara dengan Festival Durian kita mengenalkan varietas durian unggulan khas Kendal dan semoga menjadikan Kendal destinasi agrowisata durian di Jawa Tengah,” ujar Bupati.
la juga menyebut, durian Kendal memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan durian impor maupun daerah lain.
“Sejumlah wilayah seperti Limbangan, Boja, Singorojo, Patean, Sukorejo, Pageruyung, dan Plantungan disebut sebagai pusat pertumbuhan varietas unggulan, seperti Montong, Petruk, dan Kumbokarno,” beber Bupati
Dia juga menegaskan komitmen Pemkab Kendal bersama Dekranasda untuk terus memperkuat pembinaan, produksi, dan pemasaran produk lokal.
“Pemerintah daerah, bersama Dekranasda dan seluruh pemangku kepentingan, akan terus berkolaborasi dan bersinergi untuk memberdayakan masyarakat, baik dalam pembinaan, produksi, hingga pemasaran produk-produk lokal,” ungkap Bupati.
Selain pameran, festival juga menggelar kompetisi pemilihan tiga durian terbaik berdasarkan tekstur, rasa, dan penampilan buah, yang diharapkan dapat memotivasi petani meningkatkan kualitas produksi. (HS-06)