HALO CILACAP – Sekurang-kurangnya 20 balita Desa Kutabima Kecamatan Cimanggu, saat ini berpotensi mengalami stunting.
Hal itu diketahui oleh Pj Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar, ketika berkunjung ke Dusun Citulang, Desa Kutabima Kecamatan Cimanggu, Kamis (12/1/2023).
Di tempat itu, Yunita pun menyempatkan diri menggali informasi, terkait balita berpotensi stunting di daerah itu.
Hasilnya diketahui setidaknya ada 20 balita di Desa Kutabima yang berpotensi stunting, dan lima di antaranya tinggal di Dusun Citulang.
Hal ini diketahui dari hasil penimbangan serentak (Pentak), yang dilakukan beberapa hari lalu. Balita-balita tersebut diketahui mengalami pertumbuhan yang kurang optimal, sehingga memerlukan tindakan lebih lanjut.
“Tadi di sini disampaikan bahwa masih belum ada gangguan pertumbuhan. Jadi yang paling utama untuk diintervensi adalah yang ada gangguan perkembangan. Karena stunting itu kekurangan gizi yang menimbulkan gangguan perkembangan otak dan kognitif,” kata Yunita, seperti dirilis cilacapkab.go.id.
Untuk mencegah kondisi tersebut semakin buruk, Yunita bersama jajaran Forkopimda menyerahkan bantuan berupa beras fortifikasi.
Beras fortifikasi adalah beras yang diperkaya dengan zat gizi mikro tambahan. Kandungan nutrisi di dalam beras fortifikasi yakni vitamin A, B1, B3, B12, B9 (asam folat), zat besi, dan zinc.
“Beras fortifikasi itu dari hasil penelitian UGM memiliki nilai gizi yang lebih baik dari beras biasa. Nanti diberikan kepada balita tersebut supaya dikonsumsi untuk perbaikan gizi,” tambahnya.
Yunita menargetkan setidaknya ada penurunan prevalensi stunting pada 2024. Akan tetapi untuk mencapai target 14 % sendiri, menurutnya membutuhkan usaha yang cukup keras.
Sebagai informasi, saat ini prevalensi stunting di Kabupaten Cilacap masih berada pada angka 17,19%.
“Ini untuk akselerasi agar mereka cepat pulih. Bukan stunting ya, tapi berpotensi. Kalau stunting itu sudah susah diatasi,” tandasnya.
Resmikan Jembatan
Selain memberikan bantuan berupa beras fortifikasi, Pj Bupati Yunita Dyah Suminar, Kamis (12/1/2023) juga meresmikan penggunaan Jembatan Sungai Cireuy. Jembatan itu pada Maret 2022 lalu putus akibat terjangan banjir, dan kemudian diperbaiki.
Turut serta dalam kegiatan ini Ketua DPRD Kabupaten Cilacap Taufik Nurhidayat, Danlanal Cilacap Kol Laut (PM) Sugeng Subagyo, serta sejumlah unsur Forkopimda. Hadir pula pejabat dan kepala OPD jajaran Pemkab Cilacap, Forkopimcam serta perangkat desa setempat.
Tidak hanya meresmikan Jembatan Sungai Cireuy, pimpinan daerah juga meninjau area relokasi bagi warga terdampak.
“Ada dua lokasi yang bisa digunakan untuk merelokasi 25 warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Yakni Dusun Citulang dan Dusun Cibumi,” kata Yunita.
Dua lokasi tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat sebagai area relokasi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.
“Nanti tinggal kita pastikan karena relokasi butuh prasarana yang tepat. Jadi ketika warga direlokasi harus merasa nyaman, baik secara fisik maupun mental,” tambahnya.
Ketua DPRD Kabupaten Cilacap, Taufik Nurhidayat menyatakan, penanganan bencana merupakan urusan bersama antara pemerintah dengan segenap masyarakat.
Pihaknya siap mendukung dari sisi regulasi agar penanganan bencana di Kabupaten Cilacap lebih optimal. Di sisi lain, mitigasi bencana perlu terus disosialisasikan untuk menekan jumlah kerugian dan korban jiwa.
“Penanganan bencana ini utamanya dari BTT dulu. Kalau untuk hunian, apabila sudah ada kajian tadi masuk di APBD, jangankan di definitif. Di perubahanpun kalau ada uangnya pasti kita sepakat. Kita dorong secepatnya,” kata Taufik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi menerangkan, selain perbaikan jembatan pihaknya bersama Kementerian PUPR dan sejumlah instansi terkait juga membangun drainase dan turap.
Pembangunan infrastruktur ini bertujuan agar ketika terjadi banjir, air dapat langsung dialirkan ke sungai.
“Perbaikan dan pembangunan drainase ini untuk memudahkan akses warga setempat. Selain itu juga untuk antisipasi bencana yang kerap terjadi di wilayah ini,” terangnya. (HS-08)